Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bauksit Jadi Senjata Baru Pemerintah untuk Kejar Pertumbuhan 8 Persen

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 8 Mei 2026 | 22:40 WIB
RATAS: Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang membahas penguatan transformasi industry, termasuk bauksit, di kediamannya kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/1
RATAS: Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang membahas penguatan transformasi industry, termasuk bauksit, di kediamannya kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/1

 

PONTIANAK POST – Pemerintah mulai menjadikan bauksit sebagai salah satu senjata utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menegaskan hilirisasi mineral, termasuk bauksit, kini menjadi motor penting penggerak investasi nasional.

“Kalau melihat bauksit dan tembaga, kita nomor dua cadangan dunia,” ujar Rosan dalam acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Jakarta, Jumat (8/5).

Menurut Rosan, investasi kini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah konsumsi domestik.

Pada kuartal I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen dengan kontribusi investasi mencapai sekitar 31 hingga 32 persen dari total pertumbuhan nasional.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 27 sampai 28 persen.

“Kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi kita memang masih konsumsi domestik yang kuat. Yang kedua datang dari investasi,” katanya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk mencapai target itu, Indonesia membutuhkan lonjakan investasi besar-besaran, termasuk dari sektor hilirisasi sumber daya alam.

Rosan menyebut target investasi nasional pada 2026 dipatok sebesar 123,7 miliar dolar AS. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah membidik realisasi investasi mencapai sekitar 789,9 miliar dolar AS.

Ia menegaskan hilirisasi tidak lagi hanya berfokus pada nikel, tetapi mulai diperluas ke bauksit, tembaga, energi, kehutanan, kelautan, hingga pertanian.

Selama ini, Indonesia dikenal memiliki sekitar 42 persen cadangan nikel dunia. Namun pemerintah kini melihat potensi besar dari bauksit karena Indonesia juga termasuk salah satu pemilik cadangan terbesar dunia.

Hilirisasi bauksit dinilai mampu meningkatkan nilai tambah industri nasional, terutama untuk pengembangan alumina dan aluminium dalam negeri.

Selama bertahun-tahun, Indonesia lebih banyak mengekspor bahan mentah dengan nilai ekonomi rendah.

Kini, pemerintah ingin mengubah pola tersebut dengan memperkuat industri pengolahan di dalam negeri agar mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor produk jadi, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Ini bisa dicapai jika kita semua bekerja bersama, melakukan kolaborasi dan sinergi,” kata Rosan.

Data pemerintah menunjukkan realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai sekitar 30,2 miliar dolar AS dan berhasil menciptakan 706.659 lapangan kerja baru.

Singapura masih menjadi investor asing terbesar di Indonesia, disusul Hong Kong, China, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Belanda.

Rosan menyebut sekitar 30 persen investasi nasional saat ini berasal dari program hilirisasi, terutama sektor mineral dan energi. Pemerintah berharap hilirisasi bauksit dan komoditas strategis lainnya dapat menjadi bantalan ekonomi Indonesia menghadapi perlambatan global dan tensi geopolitik dunia.

Bagi daerah penghasil mineral seperti Kalimantan Barat yang memiliki cadangan bauksit besar, kebijakan hilirisasi ini berpotensi membuka gelombang investasi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja dan kawasan industri baru di masa depan. (ant)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#investasi #rosan roeslani #bauksit #hilirisasi #ekonomi indonesia