Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Triwulan I 2026 Tembus 6,14 Persen, Tertinggi di Kalimantan dan Lampaui Nasional

Basilius Andreas Gas • Sabtu, 9 Mei 2026 | 21:17 WIB
Smelter alumina PT BAI yang ada di Kalimantan Barat memberikan kontribusi peningkatan ekonomi Kalbar hyang memiliki potensi bauksit melipah (ANTARA/Rendra Oxtora)
Smelter alumina PT BAI yang ada di Kalimantan Barat memberikan kontribusi peningkatan ekonomi Kalbar hyang memiliki potensi bauksit melipah (ANTARA/Rendra Oxtora)

PONTIANAK POST- Provinsi Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Triwulan I 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 6,14 persen dan menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen daerah dalam mendorong pembangunan, investasi, hilirisasi industri, dan penguatan ekonomi masyarakat,” kata Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan di Pontianak, Sabtu.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah terus menguat di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang masih penuh tantangan. Pertumbuhan ekonomi Kalbar didorong sinergi pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat dalam menjaga optimisme di berbagai sektor.

Baca Juga: Kepala Kanwil Kemenkum Kalbar Ajak Jajarannya Sukseskan Agenda Nasional

Pemerintah Provinsi Kalbar, lanjut dia, terus memperkuat iklim investasi melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas wilayah, serta pengembangan hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

“Kalbar terus fokus menciptakan iklim investasi yang sehat, memperkuat infrastruktur, meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendorong hilirisasi sumber daya alam agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kalbar,” tuturnya.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kalbar ditopang meningkatnya konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi yang menunjukkan tren positif. Konsumsi rumah tangga tercatat berkontribusi sebesar 49,22 persen terhadap struktur perekonomian daerah.

Baca Juga: Bupati Romi Wijaya Resmi Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kayong Utara Tahun 2026

Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Ramadhan, Idul Fitri, dan Imlek turut mendorong aktivitas perdagangan, transportasi, jasa, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Kita bersyukur daya beli masyarakat tetap kuat. Ini menunjukkan ekonomi masyarakat bergerak, aktivitas perdagangan hidup, UMKM tumbuh, dan perputaran ekonomi di daerah berjalan semakin baik,” kata Ria Norsan.

Sementara dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Kalbar didukung sektor pertambangan, perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan. Lapangan usaha pertambangan tumbuh signifikan sebesar 34,14 persen dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Penguatan hilirisasi sumber daya alam, khususnya industri pengolahan bauksit dan alumina di kawasan Mempawah, juga disebut memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kalbar.

Menurut Ria Norsan, hilirisasi menjadi langkah strategis agar Kalbar tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dan pembukaan lapangan kerja.

“Kita ingin Kalbar tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan baku. Hilirisasi harus terus diperkuat agar nilai tambah ekonomi tetap berada di daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mempercepat pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan optimalisasi Pelabuhan Internasional Kijing akan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Kalbar. Keberadaan pelabuhan tersebut dinilai mampu memperkuat sistem logistik daerah, menekan biaya distribusi, meningkatkan daya saing ekspor, dan membuka peluang investasi baru.

“Optimalisasi Pelabuhan Internasional Kijing akan menjadi akselerator baru pertumbuhan ekonomi Kalbar. Dengan Kijing yang semakin optimal, arus barang, ekspor, dan aktivitas industri akan jauh lebih efisien dan kompetitif,” katanya.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan Kalbar selama ini masih menghadapi tantangan karena sebagian aktivitas ekspor komoditas unggulan daerah tercatat melalui pelabuhan di provinsi lain.

“Kita memiliki sumber daya alam yang besar, mulai dari bauksit, CPO, karet, hingga hasil perkebunan dan pertambangan lainnya. Tetapi selama ini banyak ekspor tercatat melalui daerah lain karena keterbatasan fasilitas pelabuhan internasional,” katanya.

Menurut Krisantus, optimalisasi Pelabuhan Kijing harus menjadi penggerak utama transformasi ekonomi Kalbar menuju daerah industri dan hilirisasi.

“Kalau konektivitas logistik kuat, biaya distribusi turun, investasi masuk, maka kawasan industri akan tumbuh dan lapangan pekerjaan akan semakin terbuka bagi masyarakat,” ujarnya.

Ria Norsan menambahkan Pemprov Kalbar terus mendorong pemerataan pembangunan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan hingga ke daerah melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, penguatan UMKM, dan sektor pertanian.

Selain menjadi yang tertinggi di Kalimantan, kontribusi ekonomi Kalbar terhadap perekonomian regional Kalimantan tercatat mencapai 17,61 persen. Capaian Triwulan I 2026 juga meningkat dibanding Triwulan I 2025 sebesar 5,00 persen dan Triwulan IV 2025 sebesar 5,62 persen.

Sementara itu, Bank Indonesia melalui Laporan Perekonomian Provinsi Februari 2026 memproyeksikan prospek ekonomi Kalbar tetap positif di tengah perlambatan ekonomi global dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan.

Pemerintah Provinsi Kalbar bersama Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan juga terus menjaga stabilitas inflasi daerah pada kisaran sasaran 2,5±1 persen guna mempertahankan daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#Ekonomi #investasi #kalimantan #nasional #Pertumbuhan