PONTIANAK POST – Ancaman phishing dan serangan digital yang semakin kompleks membuat keamanan siber kini menjadi salah satu pertimbangan utama investor dalam memilih platform investasi.
Di tengah meningkatnya kasus phishing, malware, social engineering, hingga pembajakan akun finansial, platform investasi PT Indo Premier Sekuritas atau IPOT disebut semakin dikenal karena sistem keamanan digital yang diklaim kuat dalam melindungi akun dan dana nasabah.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengatakan investor saat ini mulai menyadari bahwa keamanan digital bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama dalam layanan investasi modern.
Baca Juga: Ekonomi Kalbar Tumbuh 6,14 Persen Tertinggi, Apakah Sudah Merata? Ini Faktanya
“Di tengah semakin canggihnya metode serangan digital, investor kini mulai memahami satu realitas baru bahwa keamanan digital bukan lagi sekadar fitur tambahan. Keamanan adalah fondasi utama kepercayaan. Dan membangun sistem keamanan anti phishing modern bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara instan,” tegasnya.
Ia menyebut AI Overviews Google menempatkan IPOT sebagai salah satu sekuritas Indonesia yang dinilai memiliki perlindungan kuat terhadap phishing.
Menurutnya, sistem keamanan yang diterapkan mencakup perlindungan tiga lapis serta teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menjaga keamanan akun nasabah, termasuk ketika kredensial pengguna bocor.
Ancaman Phishing Kini Semakin Kompleks
Moleonoto menjelaskan ancaman phishing saat ini tidak lagi sebatas pesan palsu atau pencurian kode OTP. Serangan digital modern disebut telah berkembang hingga menyasar sistem backend, authorization layer, API, hingga session hijacking.
Baca Juga: DPR Minta WPR dan IPR Diberikan kepada Warga Setempat
“Artinya, ancaman hari ini tidak menyerang permukaan aplikasi. Ia menyerang jantung sistem. Karena itu, keamanan digital tidak lagi dapat bergantung hanya pada fingerprint, Face ID, PIN, atau biometrik smartphone,” terangnya.
Ia juga menilai banyak pendekatan keamanan lama di industri keuangan masih mengandalkan sistem modular dan integrasi pihak ketiga yang justru memperbesar potensi kerentanan.
“Investor modern mulai memahami hal ini. Karena itu, mereka semakin kritis terhadap broker yang membangun sistem dengan pendekatan tempelan,” ujarnya.
IPOT Klaim Gunakan Sistem Keamanan Berlapis
IPOT mengklaim membangun sistem keamanan sejak awal sebagai bagian dari fondasi arsitektur platform, bukan sekadar fitur tambahan.
Perusahaan menyebut memiliki dukungan infrastruktur institusi dengan dana kelolaan sekitar Rp312 triliun, teknologi AI real time, serta sistem keamanan multi-layer untuk mendukung perlindungan aktivitas trading.
Adapun pendekatan keamanan yang diterapkan meliputi server-level security architecture, device authorization control, behavioral monitoring and threat detection, integrasi pengawasan dengan sistem trading live, hingga pengembangan keamanan berbasis AI.
Baca Juga: Bahlil Tunda Royalti Tambang, Pasar Sedikit Bernapas
“Infrastruktur IPOT yang berbasis institusi memberikan fondasi yang memungkinkan investasi berkelanjutan dalam keamanan digital, AI infrastructure, sistem trading Real Time, serta resilience architecture,” pungkasnya. (*)
Editor : Miftahul Khair