PONTIANAK POST - Investasi di Kalimantan Barat kian menggeliat yang tercermin dari kenaikan jumlah investasi yang masuk sepanjang triwulan pertama tahun 2026. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalbar mencatat realisasi investasi periode Januari hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp11,69 triliun atau meningkat 32,84 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
“Periode Januari - Maret Tahun 2026 (investasi) mencapai angka sebesar Rp11,69 Triliun atau 21,17 persen dari target yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Tahun 2025 sebesar Rp. 55,22 Triliun,” ungkap Kepala Dinas DPMPTSP, Hendra, dalam keterangan tertulis.
Dari total realisasi tersebut, investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp3,11 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp8,58 triliun. Investasi asing mengalami lonjakan signifikan hingga 156,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, investasi dalam negeri mengalami penurunan sebesar 42,99 persen.
Secara nasional, realisasi investasi PMDN Kalbar berada di peringkat ke-17 dari 38 provinsi di Indonesia. Sementara untuk PMA, Kalbar menempati posisi ke-10 nasional.
Baca Juga: Amankan Pekan Gawai Dayak ke-40, Polresta Pontianak Turunkan Personel di Sejumlah Titik
Sektor industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang investasi terbesar selama triwulan pertama 2026. Selain itu, sektor listrik, gas dan air, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, industri makanan, serta transportasi, gudang dan telekomunikasi juga masuk dalam lima besar sektor dengan kontribusi investasi tertinggi.
Sementara itu, lima daerah dengan kontribusi investasi terbesar berasal dari Kabupaten Kayong Utara, Sanggau, Ketapang, Kubu Raya, dan Mempawah.
Dari sisi negara asal investasi asing, kontribusi terbesar berasal dari Hong Kong sebesar 81,46 persen, disusul Singapura, Malaysia, Jepang, dan Tiongkok.
Selain meningkatkan nilai investasi, realisasi investasi tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Selama Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 13.831 tenaga kerja Indonesia dan 124 tenaga kerja asing terserap dalam berbagai proyek investasi di Kalbar.
Hendra menilai, pencapaian realisasi investasi di atas menunjukkan adanya iklim investasi yang sangat kondusif di Kalbar. Hal ini terlihat dari capaian realisasi investasi pada periode Triwulan I Tahun 2026 yang meningkat 32,84 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Baca Juga: Rapergub Beasiswa PAUD Non-ASN Diharmonisasi, Kemenkum Kalbar Dorong Pendidikan Berkualitas
“Capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terutama investor asing yang sangat tinggi terhadap Kalbar sebagai tujuan investasi, dan juga berkat dukungan semua pihak dalam upaya peningkatan kemudahan investasi,” jelasnya.
Ia memastikan DPMPTSP Kalbar bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI serta DPMPTSP kabupaten/kota akan terus memperkuat layanan pendampingan investasi. Upaya tersebut mencakup percepatan hilirisasi investasi strategis sektor minerba, khususnya pembangunan smelter bauksit, hingga penyelesaian berbagai persoalan proyek besar di Kalbar. (sti)
Editor : Hanif