Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

PNBP Minerba Tembus Rp56 Triliun karena Ditopang Hilirisasi: DPR Minta Smelter yang Sedang Dibangun Dipercepat

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 22 Mei 2026 | 23:33 WIB
Smelter alumina PT BAI yang ada di Kalimantan Barat memberikan kontribusi peningkatan ekonomi Kalbar hyang memiliki potensi bauksit melipah (ANTARA/Rendra Oxtora)
Smelter alumina PT BAI yang ada di Kalimantan Barat memberikan kontribusi peningkatan ekonomi Kalbar hyang memiliki potensi bauksit melipah (ANTARA/Rendra Oxtora)

 

PONTIANAK POST - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor minerba hingga 15 Mei 2026 mencapai Rp56 triliun. Angka tersebut tumbuh 6,21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Minerba Tri Winarno mengatakan peningkatan penerimaan negara itu didorong program hilirisasi mineral melalui pengoperasian sejumlah smelter yang menjadi bagian dari ekosistem MIND ID.

Tri menyebut salah satu proyek penting adalah smelter tembaga milik PT Freeport Indonesia di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

“Kehadirannya menjadi salah satu tonggak penting untuk memperkuat kapasitas pemurnian konsentrat tembaga dalam negeri,” kata Tri dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI.

Sebelumnya, realisasi PNBP minerba pada Januari-April 2026 tercatat sebesar Rp48,95 triliun sebelum meningkat pada pertengahan Mei.

Selain smelter Freeport, pemerintah juga mencatat dua proyek lain yang telah selesai dan mulai beroperasi, yakni smelter milik PT Aneka Tambang Tbk di Pomalaa serta smelter PT Vale Indonesia Tbk di Sulawesi.

14 Smelter Jadi Tulang Punggung Hilirisasi

Pemerintah mencatat terdapat 14 smelter yang terintegrasi dalam program hilirisasi mineral nasional. Jumlah itu terdiri atas enam smelter nikel, enam smelter bauksit, satu smelter tembaga, dan satu smelter besi.

Dari total tersebut, lima smelter telah selesai dibangun, sedangkan sembilan lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Nilai investasi keseluruhan program smelter tersebut mencapai 7,8 miliar dolar Amerika Serikat.

Tri mengatakan kapasitas industri pengolahan mineral nasional mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Smelter nikel terintegrasi tercatat memiliki kapasitas masukan 24,9 juta ton per tahun dengan kapasitas produksi mencapai 924.780 ton per tahun.

Sementara itu, smelter tembaga memiliki kapasitas masukan dua juta ton per tahun dengan kapasitas produksi 460 ribu ton katoda per tahun.

Adapun smelter bauksit memiliki kapasitas masukan 19,6 juta ton per tahun dan kapasitas produksi alumina mencapai 7,4 juta ton per tahun.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa basis industri pengolahan mineral mulai terbentuk,” ujar Tri.

DPR Minta Percepatan Penyelesaian Smelter

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar Yusman meminta pemerintah menjelaskan progres sembilan smelter yang masih dalam tahap pembangunan.

“Nah, ini mungkin perlu keterangan sedikit rinci progresnya sudah berapa persen untuk menuju selesai,” katanya.

Senada, anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PAN Alfont mendorong percepatan penyelesaian proyek smelter agar dampaknya terhadap ekonomi nasional semakin besar.

“Bagaimana caranya dipacu, didorong supaya smelter-smelter ini beres, produksi bisa jalan, kita mampu untuk mendorong perekonomian,” ujarnya.

Pemerintah Klaim Fokus pada Operasional dan Lingkungan

Tri menegaskan pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik smelter, tetapi juga memastikan industri pengolahan mineral dapat berjalan produktif, berkelanjutan, dan patuh terhadap aturan lingkungan.

“Pemerintah tidak hanya melihat hilirisasi dari pembangunan fisik semata, tapi juga dari kesiapan operasi, kesinambungan bahan baku, pemenuhan lingkungan serta kepatuhan terhadap ketentuan perizinan,” tuturnya. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#PNBP sektor minerba #hilirisasi mineral #industri pengolahan mineral #kementerian esdm #Investasi Smelter