Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Apkasindo Yakin Penurunan Harga TBS di Kalbar hanya Guncangan Sementara 

Siti Sulbiyah • Senin, 25 Mei 2026 | 15:54 WIB
Ilustrasi sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.)
Ilustrasi sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.)

PONTIANAK POST - Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah di Kalbar dikabarkan terjadi beberapa hari terakhir. 

Penurunan harga yang mencapai Rp800 hingga Rp1.000 per kilogram dinilai memberi dampak langsung terhadap petani sawit di daerah.

Hal ini diduga karena rencana kebijakan satu pintu ekspor yang sempat disebut oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPW Apkasindo Kalbar, Indra Rustandi, mengatakan laporan yang diterima pihaknya menunjukkan harga TBS sawit turun hingga Rp1.000 per kilogram.

Baca Juga: Harga TBS Anjlok: 60 Persen Produksi Sawit Nasional Ada di Tangan Petani Rakyat

Ia menegaskan bahwa harga crude palm oil (CPO) sebenarnya tidak mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, harga TBS petani lebih banyak dipengaruhi oleh indeks penetapan harga.

“Sebenarnya harga CPO tidak turun. Nah, kita berpatokan ke harga TBS itu yang berpatok pada indeks,” ujarnya.

Indra menduga harga TBS yang murah terjadi pada petani yang menjual hasil panennya melalui pihak ketiga atau tengkulak. “Semoga segera kembali normal,” harapnya.

Baca Juga: Prabowo Ingin Kendalikan Harga Dunia, Mentan Amran Sebut Sawit Simbol Kemandirian Bangsa

Ketua DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung, meminta para petani sawit tidak mudah terprovokasi menyikapi penurunan harga yang terjadi saat ini.

Ia pun menduga kondisi ini tidak akan berlangsung lama, paling tidak hanya dua minggu saja.

“Saya ingin mengatakan kepada kita semua petani sawit, dimanapun berada, kalau lah turun harga TBS sekarang, jangan terus merajuk. Jangan terus mau gampang terprovokasi,” katanya.

Ia mengibaratkan kondisi saat ini seperti kendaraan yang sedang diperbaiki sehingga wajar terjadi guncangan sementara.

“Yang namanya ibarat mobil sedang diperbaiki, sedang dicuci, tentu akan ada sedikit gangguan atau guncangan,” ujarnya.

Menurut Gulat, pemerintah pusat saat ini tengah melakukan penataan ulang tata kelola perdagangan sawit nasional agar lebih baik ke depan.

Baca Juga: Apkasindo Targetkan Beasiswa Sawit untuk Anak Petani di Kalbar Diperluas, Kuota Bisa Tembus Ratusan Mahasiswa

Ia optimistis apabila harga CPO kembali naik, maka harga TBS petani juga akan ikut terdongkrak.

“Kalau harga CPO naik, maka harga TBS petani juga naik,” tutupnya. 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius IK, mengakui terjadi penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di lapangan meski pemerintah telah menetapkan harga acuan.

“Memang hasil pantauan kita terjadi penurunan harga sawit secara real. Walaupun sudah kita tetapkan harga sekian, tapi real di lapangan tidak bisa kita pungkiri memang ada penurunan-penurunan,” ujarnya.

Baca Juga: Petani Sawit Dihadapkan Bencana El Nino: Kekeringan dan Karhutla di Depan Mata, Kementan Perkuat Pengawasan

Ia berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan harga sawit dapat kembali mengalami penyesuaian ke arah yang lebih baik.

“Harapan kita tentu mudah-mudahan ini tidak terlalu lama ya terjadi penyesuaian kembali,” katanya.

Menurutnya, gejolak harga sawit saat ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat terkait tata kelola ekspor satu pintu.

Ia menilai persoalan tersebut harus dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi daerah semata.

Ia menambahkan, pemerintah daerah saat ini fokus melakukan mitigasi agar dampak gejolak harga tidak semakin meluas di tingkat petani.

“Kita berharap kebijakan satu pintu ekspor ini ada perubahan-perubahan lah, jangan hanya menimbulkan goncangan seperti ini. Ke depannya harus ada perubahan yang dilakukan pemerintah pusat sehingga harga kembali normal,” katanya. (sti)

Editor : Miftahul Khair
#harga tbs sawuit #Apkasindo #sawit #TBS Sawit