Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bisa Aja, Kemenpar Tangkap Peluang Saat Rupiah Melemah untuk Gaet Wisatawan Mancanegara

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 29 Mei 2026 | 23:43 WIB
Calon penumpang pesawat antre masuk ke dalam terminal untuk lapor diri di Terminal 1 A Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (21/12/2024). PT Angkasa Pura Indonesia (API) selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta mencatat puncak arus mudik Natal 2024 terjadi pada Jumat (20/12) hingga Minggu (22/12) dengan jumlah penumpang diprediksi sekitar 185.000 hingga 190.000 orang. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.
Calon penumpang pesawat antre masuk ke dalam terminal untuk lapor diri di Terminal 1 A Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.

 

PONTIANAK POST — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melihat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagai momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Kondisi ini dinilai membuat Indonesia semakin kompetitif sebagai destinasi wisata berbiaya terjangkau bagi wisatawan asing.

Pemerintah menegaskan, setiap tantangan ekonomi global juga membawa peluang yang dapat dimanfaatkan sektor pariwisata nasional untuk memperkuat daya saing.

Rupiah Melemah Jadi Daya Tarik Wisata

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan pelemahan rupiah justru meningkatkan nilai tukar bagi wisatawan asing.

“Ini peluang, selalu tidak pernah kita tolak. Selalu ada tantangan pasti ada peluangnya, peluang pelemahan rupiah ini kita garap,” ujarnya di sela pameran Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Badung, Jumat (29/5).

Menurutnya, bagi wisatawan mancanegara, pelemahan rupiah membuat daya beli mereka meningkat signifikan selama berlibur di Indonesia.

“Ini membuat daya tarik tersendiri,” katanya.

Wisata Indonesia Dinilai Lebih Terjangkau

Kemenpar menilai kondisi nilai tukar saat ini membuat harga paket wisata di Indonesia terasa lebih murah bagi wisatawan asing. Hal ini berpotensi meningkatkan minat perjalanan, terutama dari negara-negara dengan mata uang yang lebih kuat.

Ayu Marthini menyebut dampaknya sudah mulai terlihat, terutama dari peningkatan kunjungan wisatawan asal Malaysia.

“Ketika kita melemah, value mereka untuk ke sini malah berlipat-lipat, lebih banyak, lebih tinggi,” ujarnya.

Fokus Pasar Asia dan Australia

Di tengah peluang tersebut, Kemenpar juga mengingatkan adanya tantangan global seperti konflik geopolitik dan kenaikan harga bahan bakar yang berdampak pada mahalnya biaya penerbangan internasional.

Kondisi ini membuat sebagian wisatawan berpikir ulang untuk melakukan perjalanan jarak jauh.

Karena itu, Kemenpar mulai mengalihkan strategi pemasaran dengan menyasar pasar yang lebih dekat seperti Asia, ASEAN, dan Australia.

“Sekarang realistis Asia, ASEAN, Australia,” kata Ayu.

Tantangan Biaya dan Produk Pariwisata

Selain isu nilai tukar, Kemenpar juga menyoroti tantangan pelaku industri pariwisata dalam menghadapi biaya impor bahan pendukung layanan wisata.

Dalam beberapa kasus, kebutuhan seperti bahan makanan impor di hotel dan restoran menjadi lebih mahal akibat pelemahan rupiah.

Namun Kemenpar mendorong pelaku usaha untuk tetap menyeimbangkan antara penggunaan produk lokal dan kebutuhan wisatawan mancanegara.

“Wisatawan itu menghargai yang lokal, tapi sebagian juga masih mencari produk yang mereka biasa pakai,” ujarnya.

Optimisme Dorong Kunjungan Wisman

Pemerintah berharap momentum ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha pariwisata untuk memperkuat promosi dan meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di pasar global.

Dengan strategi yang tepat, pelemahan rupiah dinilai tidak hanya menjadi tantangan ekonomi, tetapi juga peluang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#emenpar wisatawan mancanegara #daya beli turis asing Indonesia #BBTF 2026 Badung #wisata Asia Australia #promosi pariwisata Indonesia