Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Data BPS: Harga Karet dan Sawit Menguat pada Mei, Daya Beli Petani Kalbar Tertinggi se-Kalimantan

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 2 Juni 2026 | 15:41 WIB
Seorang petani sawit mandiri di Dusun Nanga Kebebu, Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi menunjukkan hasil panen buah sawit miliknya.  (DOK. PONTIANAK POST)
Seorang petani sawit mandiri di Dusun Nanga Kebebu, Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi menunjukkan hasil panen buah sawit miliknya. (DOK. PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Penguatan harga karet dan kelapa sawit menjadi pendorong utama kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Barat pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat NTP mencapai 178,38 poin atau naik 1,97 persen dibanding April 2026 yang sebesar 174,93 poin.

Kenaikan tersebut menjadikan Kalimantan Barat sebagai provinsi dengan peningkatan NTP tertinggi di Pulau Kalimantan pada Mei 2026.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Muh Saichudin, S.Si., M.Si., mengatakan kenaikan NTP terjadi karena peningkatan harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan kenaikan biaya yang harus mereka keluarkan.

"NTP Kalimantan Barat Mei 2026 tercatat sebesar 178,38 atau naik 1,97 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar 174,93. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik lebih tinggi dibanding indeks harga yang dibayar petani," ujarnya dalam Berita Resmi Statistik BPS Kalbar, Selasa (2/6).

Secara rinci, indeks harga yang diterima petani (It) naik 2,47 persen dari 221,32 menjadi 226,79 poin. Sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) hanya naik 0,49 persen dari 126,52 menjadi 127,14 poin.

Karet dan Sawit Jadi Penopang Utama

Muh Saichudin menjelaskan komoditas yang paling besar mendorong kenaikan pendapatan petani adalah karet, kelapa sawit, gabah, lada atau merica, serta jeruk.

"Komoditas yang menjadi penyumbang terbesar naiknya indeks harga yang diterima petani yaitu karet, kelapa sawit, gabah, lada atau merica, dan jeruk," katanya.

Kenaikan harga komoditas tersebut terutama mendorong peningkatan NTP pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang tumbuh paling tinggi, yakni 2,35 persen.

Menurut BPS, subsektor perkebunan rakyat mengalami kenaikan karena indeks harga yang diterima petani meningkat 2,83 persen, terutama dipicu oleh membaiknya harga karet, kelapa sawit, dan lada.

Petani Perkebunan Menikmati Kenaikan Pendapatan

Selain subsektor perkebunan rakyat, kenaikan NTP juga terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,93 persen dan hortikultura sebesar 0,68 persen.

Pada subsektor tanaman pangan, kenaikan dipengaruhi membaiknya harga gabah dan jagung.

Sementara pada subsektor hortikultura, peningkatan terjadi karena naiknya harga jeruk, semangka, jahe, dan kunyit.

Kondisi tersebut menunjukkan petani tanaman pangan dan perkebunan memperoleh nilai jual hasil produksi yang lebih baik dibanding bulan sebelumnya.

Peternak dan Nelayan Masih Menghadapi Tekanan

Berbeda dengan petani perkebunan, subsektor peternakan dan perikanan justru mengalami penurunan NTP.

Subsektor peternakan turun 1,16 persen akibat melemahnya harga ayam ras pedaging, ayam ras petelur, dan telur ayam ras.

Sementara subsektor perikanan turun 0,17 persen karena kenaikan biaya produksi lebih besar dibanding kenaikan harga hasil tangkapan maupun budidaya.

BPS juga mencatat Nilai Tukar Nelayan (NTN) turun 0,39 persen pada Mei 2026.

"Penurunan NTN terjadi karena indeks harga yang diterima nelayan naik 0,31 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar nelayan naik lebih tinggi, yaitu 0,70 persen," kata Muh Saichudin.

Kalbar Tertinggi di Pulau Kalimantan

Di tingkat regional, Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan kenaikan NTP tertinggi di Pulau Kalimantan.

Kenaikan NTP Kalbar sebesar 1,97 persen berada di atas provinsi lain di Kalimantan. Sebaliknya, kenaikan terendah terjadi di Kalimantan Tengah yang hanya mencapai 0,21 persen.

Secara nasional, NTP Mei 2026 tercatat sebesar 127,73 poin atau naik 1,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Bagi petani, kenaikan NTP menjadi indikator penting karena menunjukkan kemampuan daya tukar hasil pertanian terhadap barang dan jasa yang harus mereka beli. Semakin tinggi NTP, semakin baik tingkat kesejahteraan petani secara relatif.

Kenaikan Nilai Tukar Petani menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian di Kalimantan Barat. Sebab, NTP merupakan indikator yang menggambarkan kemampuan atau daya beli petani di perdesaan melalui perbandingan antara harga yang diterima dari hasil produksi dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan konsumsi maupun usaha tani. Semakin tinggi NTP, semakin besar pula daya tukar hasil pertanian terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan petani, sehingga menjadi salah satu cerminan membaiknya tingkat kesejahteraan mereka. (ars)

 

TABEL NILAI TUKAR PETANI (NTP) KALBAR MEI 2026

NTP Kalbar Naik, Daya Beli Petani Membaik

Indikator April 2026 Mei 2026 Perubahan
Nilai Tukar Petani (NTP) 174,93 178,38 +1,97%
Indeks Harga Diterima Petani (It) 221,32 226,79 +2,47%
Indeks Harga Dibayar Petani (Ib) 126,52 127,14 +0,49%

Komoditas Utama Pendorong Kenaikan NTP

Komoditas Kontribusi
Karet ⬆ Mendorong kenaikan It
Kelapa Sawit ⬆ Mendorong kenaikan It
Gabah ⬆ Mendorong kenaikan It
Lada/Merica ⬆ Mendorong kenaikan It
Jeruk ⬆ Mendorong kenaikan It

Pergerakan NTP per Subsektor

Subsektor Perubahan
Tanaman Perkebunan Rakyat +2,35%
Tanaman Pangan +0,93%
Hortikultura +0,68%
Perikanan -0,17%
Peternakan -1,16%

Subsektor dengan Kenaikan Tertinggi

Komoditas Utama Kenaikan NTP
Karet
Kelapa Sawit
Lada/Merica Subsektor Perkebunan Rakyat +2,35%

Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan

Indikator Perubahan Mei 2026
Nilai Tukar Nelayan (NTN) -0,39%
Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) +0,77%

Posisi Kalbar di Pulau Kalimantan

Provinsi Perubahan NTP
Kalimantan Barat +1,97% (Tertinggi)
Kalimantan Tengah +0,21% (Terendah)

Apa Arti NTP?

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan antara harga yang diterima petani dari hasil pertanian dengan harga barang dan jasa yang harus dibayar petani.

NTP Naik = Daya Beli Petani Meningkat

Semakin tinggi NTP, semakin besar kemampuan petani memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi dari hasil usaha pertaniannya.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#harga sawit Kalbar #NTP Kalbar Mei 2026 #harga karet Kalbar #bps kalbar #nilai tukar petani