PONTIANAK POST – Mantan Gubernur Kalimantan Barat periode 2018-2023, Sutarmidji, mengusulkan agar Kalimantan Barat menjadi titik awal pembangunan jaringan kereta api Kalimantan yang kembali masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, Kalbar memiliki keunggulan dari sisi jumlah penduduk, aktivitas ekonomi, serta prospek pertumbuhan jangka panjang dibanding sejumlah provinsi lain di Pulau Kalimantan.
“Harusnya mulainya dari Pontianak, dari Kalbar. Karena penduduk paling besar di Kalimantan ada di Kalbar. Potensi ekonomi ke depan juga Kalbar,” kata Sutarmidji, Selasa (2/6/2026).
Jumlah Penduduk Jadi Alasan Utama
Sutarmidji menilai keberadaan penduduk dalam jumlah besar menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan lokasi awal pembangunan infrastruktur transportasi massal.
Dengan basis penduduk yang besar, kebutuhan mobilitas orang maupun barang dinilai memiliki peluang tumbuh lebih cepat sehingga manfaat ekonomi proyek dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Potensi Ekonomi Kalbar Masih Terbuka Lebar
Selain faktor demografi, ia menilai Kalimantan Barat masih memiliki ruang pertumbuhan ekonomi yang besar. Berbagai sektor mulai dari perkebunan, industri hilir, perdagangan lintas batas hingga logistik dinilai dapat menjadi penopang utama keberadaan jaringan kereta api di masa depan.
Menurut dia, sejumlah daerah lain di Kalimantan telah lebih dulu mengandalkan eksploitasi sumber daya alam dalam skala besar, sementara Kalbar masih memiliki peluang pengembangan ekonomi yang lebih luas.
Kereta Api Lebih Prospektif untuk Angkutan Logistik
Meski mendukung pembangunan kereta api, Sutarmidji mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mengandalkan proyeksi angkutan penumpang.
Ia menilai peluang terbesar kereta api di Kalimantan justru berada pada sektor logistik dan distribusi barang yang dapat memperkuat daya saing ekspor daerah.
“Ini bisa menjadi cerminan kepadatan mobilitas di Kalimantan. Kecuali untuk angkutan barang, terutama yang mendukung kegiatan ekspor,” ujarnya.
Dukung Proyek, Tapi Minta Kelayakan Dihitung Matang
Sutarmidji menegaskan dirinya mendukung penuh realisasi proyek kereta api Kalimantan. Namun, pemerintah diminta menghitung secara cermat aspek investasi, pengembalian modal, serta keberlanjutan proyek agar tidak berhenti di tengah jalan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur strategis harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.
“Yang jelas saya berharap kereta api ini benar-benar bisa direalisasikan. Hanya harus dihitung dari sisi visibilitas dan pembiayaannya. Jangan sampai mangkrak di tengah jalan,” pungkasnya. (bar)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro