Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Berangkat ke Saint Petersburg, Menko AHY Buka Peluang Wujudkan Kereta Api Kalimantan Lewat Kerja Sama Rusia

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 5 Juni 2026 | 22:24 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan peluang kerja sama Indonesia-Rusia di bidang perkeretaapian, logistik, dan infrastruktur saat menjadi pembicara pada St. Petersburg International Economic Forum 2026 di St. Petersburg, Rusia pada Jumat (5/6/2026). (Kemenko IPK)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan peluang kerja sama Indonesia-Rusia di bidang perkeretaapian, logistik, dan infrastruktur saat menjadi pembicara pada St. Petersburg International Economic Forum 2026 di St. Petersburg, Rusia pada Jumat (5/6/2026). (Kemenko IPK)

PONTIANAK POST – Harapan masyarakat Kalimantan untuk memiliki jaringan kereta api yang lebih luas kembali menguat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka peluang kerja sama dengan Rusia dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional, termasuk di kawasan pertumbuhan baru seperti Kalimantan.

Pernyataan itu disampaikan AHY saat menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di Rusia, Jumat (5/6/2026). Dalam forum tersebut, pemerintah menawarkan peluang kolaborasi di sektor perkeretaapian, pelabuhan, logistik, dan kemaritiman kepada Rusia serta negara-negara Eurasia.

Langkah ini sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa melalui penguatan konektivitas antardaerah.

Bagi masyarakat Kalimantan, pembangunan jaringan kereta api bukan sekadar proyek infrastruktur.

Selama bertahun-tahun, mobilitas orang dan distribusi barang masih sangat bergantung pada jalur darat dan sungai. Kondisi tersebut membuat biaya logistik relatif tinggi dan waktu perjalanan antardaerah menjadi lebih panjang.

Kehadiran jaringan kereta api modern diyakini dapat memangkas biaya transportasi, mempercepat distribusi hasil perkebunan, pertambangan, dan industri, sekaligus membuka akses ekonomi baru bagi daerah-daerah yang selama ini belum terhubung secara optimal.

Dalam paparannya, AHY menyebut Rusia memiliki kapasitas teknologi yang kuat dalam bidang transportasi, manufaktur, logistik, dan rekayasa infrastruktur.

Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama berupa transfer teknologi, pengembangan sistem persinyalan, manufaktur sarana kereta api, hingga pembangunan koridor perkeretaapian yang terintegrasi.

"Hal ini membuka peluang dalam manufaktur bersama peralatan kereta api dan pelabuhan, transfer teknologi dalam persinyalan dan logistik digital, serta pengembangan koridor kereta api, pelabuhan, dan logistik yang terintegrasi," kata AHY (5/6/2026) dalam keterangan resminya.

Kerja sama tersebut dinilai dapat mempercepat pembangunan infrastruktur strategis nasional yang membutuhkan investasi besar dan teknologi tinggi.

Dalam pidatonya, AHY menegaskan bahwa pemerintah sedang memperkuat jaringan konektivitas nasional melalui pengembangan pelabuhan, sistem logistik, dan jaringan perkeretaapian di berbagai wilayah Indonesia.

Selain Sumatra dan Sulawesi, Kalimantan menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam agenda pengembangan karena perannya yang semakin strategis setelah kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pembangunan jaringan rel di Kalimantan dinilai dapat menjadi tulang punggung baru konektivitas regional sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tengah Indonesia.

AHY menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan konektivitas adalah membuka peluang ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan jaringan transportasi harus mampu menciptakan manfaat nyata, mulai dari peningkatan layanan publik, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan industri nasional.

"Bagi Indonesia, yang terpenting bukan sekadar membangun hubungan antarnegara, tetapi memastikan setiap kerja sama dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar AHY.

Bagi warga Kalimantan, pembangunan kereta api berpotensi menghadirkan perubahan besar. Selain mempercepat mobilitas antardaerah, proyek tersebut dapat mendorong investasi baru, membuka pusat pertumbuhan ekonomi, serta mengurangi kesenjangan pembangunan dengan wilayah lain di Indonesia.

SPIEF 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mencari mitra strategis pembangunan infrastruktur.

Meski belum ada proyek spesifik yang diumumkan, sinyal pemerintah untuk mengembangkan jaringan perkeretaapian di Kalimantan memberi harapan baru terhadap terwujudnya sistem transportasi rel yang selama ini dinantikan masyarakat.

Jika terealisasi, Kereta Api Kalimantan bukan hanya menjadi simbol modernisasi transportasi, tetapi juga instrumen pemerataan pembangunan yang dapat menghubungkan masyarakat, menurunkan biaya logistik, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan.

Pemerintah menyebut Kalimantan sebagai salah satu wilayah yang masuk agenda pengembangan jaringan perkeretaapian nasional.

Rusia berpotensi menjadi mitra dalam transfer teknologi, manufaktur sarana perkeretaapian, sistem persinyalan, serta pembangunan infrastruktur transportasi.

Karena dapat meningkatkan konektivitas, menekan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kalimantan.

Saat ini pemerintah masih membuka peluang kerja sama dan penjajakan investasi, belum mengumumkan proyek kereta api Kalimantan secara spesifik. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kereta api kalimantan #infrastruktur Kalimantan #Kereta Api Trans Kalimantan #Transportasi Kalimantan #Proyek Strategis Nasional