PONTIANAK POST – Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi pesta sepak bola bagi para penggemar olahraga, tetapi juga peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong masyarakat memanfaatkan euforia turnamen empat tahunan tersebut untuk meningkatkan pendapatan dan menggerakkan ekonomi lokal.
Menurut Edi, berbagai sektor usaha dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia, mulai dari penjualan atribut sepak bola hingga usaha kuliner yang menyediakan fasilitas nonton bareng.
“Momentum Piala Dunia hendaknya dapat diambil untuk mendapatkan cuan sebanyak-banyaknya,” ujarnya kepada Pontianak Post, Senin (8/6/2026).
Edi menilai pesta sepak bola terbesar dunia itu dapat menciptakan perputaran ekonomi baru jika dimanfaatkan secara kreatif oleh pelaku usaha di Pontianak.
Kafe dan Warkop Berpeluang Panen Pelanggan
Menurut Edi, kafe, warung kopi, hingga pusat kuliner memiliki peluang besar menarik pengunjung selama Piala Dunia berlangsung.
Terlebih, sejumlah pertandingan akan digelar pada malam hingga dini hari waktu Indonesia yang identik dengan aktivitas berkumpul dan nonton bareng (nobar).
Pelaku usaha dapat menghadirkan paket menu khusus pertandingan, diskon bertema tim peserta, hingga dekorasi bernuansa sepak bola untuk menarik pelanggan.
Jika dikemas secara menarik, euforia Piala Dunia diyakini mampu meningkatkan omzet usaha sekaligus menghidupkan sektor ekonomi kreatif lokal.
Jersey Pemain Bintang Mulai Diburu
Tanda-tanda geliat ekonomi itu sudah mulai terlihat di Pasar Tengah Pontianak. Demam Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai mendorong peningkatan penjualan jersey sepak bola dari berbagai negara peserta.
Sejak beberapa pekan terakhir, aktivitas jual beli jersey mulai meningkat. Uniknya, jersey yang paling diminati bukan hanya berdasarkan negara peserta, tetapi juga karena menampilkan wajah pemain bintang dunia.
Salah seorang pedagang di Pasar Tengah, Ismail, mengaku mulai membuka lapak khusus jersey Piala Dunia sejak dua pekan lalu.
“Beberapa hari ini memang pembeli jersey bola negara yang mengikuti Piala Dunia banyak dibeli warga,” ujarnya saat ditemui Pontianak Post.
Ronaldo, Messi, dan Mbappé Jadi Magnet Penjualan
Untuk menarik perhatian pembeli, Ismail memajang jersey bergambar tiga ikon sepak bola dunia yang paling dikenal masyarakat.
Ketiganya adalah jersey Portugal bergambar Cristiano Ronaldo, jersey Argentina bergambar Lionel Messi, dan jersey Prancis bergambar Kylian Mbappé.
Menurut Ismail, ketiga pemain tersebut menjadi magnet utama yang membuat warga berhenti dan melihat dagangannya.
Pembelinya beragam, mulai dari remaja hingga orang tua yang ingin membelikan jersey untuk anak-anak mereka.
“Yang paling sering ditanya memang Ronaldo, Messi, dan Mbappé,” katanya.
Harga Murah Jadi Daya Tarik
Selain faktor popularitas pemain, harga yang relatif murah menjadi alasan utama meningkatnya penjualan jersey menjelang Piala Dunia.
Ismail menjual jersey dewasa seharga Rp35 ribu per helai, sedangkan ukuran anak-anak dibanderol Rp25 ribu.
Dengan harga tersebut, masyarakat bisa menunjukkan dukungan kepada tim favorit tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Saya mematok harga jersey dewasa Rp35 ribu dan anak-anak Rp25 ribu. Dengan harga yang terjangkau, warga bisa ikut merasakan keseruan mendukung negara jagoan mereka,” jelasnya.
Anak-Anak Ikut Terbawa Demam Piala Dunia
Demam Piala Dunia juga dirasakan kalangan anak-anak. Salah satu pembeli, Neneng, warga Desa Korek, Kabupaten Kubu Raya, sengaja membeli jersey Cristiano Ronaldo untuk putranya yang mengidolakan megabintang Portugal tersebut.
Menurut Neneng, kombinasi antara gambar pemain terkenal dan harga yang terjangkau membuat jersey tersebut menarik bagi anak-anak.
“Anak saya memang sangat mengidolakan Ronaldo dan hobi bermain sepak bola. Kebetulan momennya pas mau Piala Dunia, gambarnya bagus dan harganya terjangkau, jadi langsung saya belikan,” ujarnya.
Efek Berganda bagi Ekonomi Pontianak
Meningkatnya penjualan jersey menjadi salah satu indikator awal bahwa euforia Piala Dunia mulai menggerakkan ekonomi masyarakat.
Selain pedagang pakaian, peluang keuntungan juga terbuka bagi pelaku usaha kuliner, percetakan, merchandise, jasa dekorasi, hingga penyelenggara kegiatan nonton bareng.
Jika tren ini terus meningkat hingga turnamen berlangsung, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi momentum ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi UMKM di Pontianak. (**)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro