PONTIANAK POST - Banyak orang menganggap passive income hanya bisa dibangun oleh mereka yang memiliki modal besar.
Padahal, menurut perencana keuangan Rahma Maryama CFP, pemula tetap bisa memulainya sesuai kemampuan masing-masing.
Pilih Instrumen yang Realistis
Rahma menyarankan agar masyarakat tidak memaksakan diri mengejar skema penghasilan tambahan yang berada di luar kapasitas keuangan mereka.
Baca Juga: Jangan Kejar Passive Income Sebelum Fondasi Keuangan Kuat
Sebaliknya, mulailah dari instrumen yang realistis dan sesuai kemampuan. Pilihan tersebut bisa berupa investasi rutin pada saham pembagi dividen atau Surat Berharga Negara (SBN).
Selain itu, masyarakat juga dapat membuat produk digital seperti e-book dan template yang berpotensi menghasilkan pendapatan dalam jangka panjang.
Manfaatkan Aset yang Sudah Dimiliki
Alternatif lainnya adalah menjadi affiliate marketer melalui konten yang bermanfaat atau menyewakan aset yang sudah dimiliki.
Baca Juga: 6 Shio Paling Mujur 23 Mei 2026: Keberuntungan Finansial dan Stabilitas Hidup Lewat Fase Stable Day
Menurut Rahma, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih efektif dibanding memaksakan investasi besar yang berisiko mengganggu kondisi keuangan.
Dengan pendekatan yang sesuai kemampuan, passive income dapat dibangun secara bertahap dan berkelanjutan. (*)
Editor : Chairunnisya