Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Libur Sekolah Jadi Momen Orang Tua Berburu Kebutuhan Anak, Pemerintah Bidik Transaksi Rp30 Triliun

Aristono Edi Kiswantoro • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:23 WIB
Ilustrasi keluarga muda sedang bermain di pantai, memanfaatkan waktu libur sekolah.
Ilustrasi keluarga muda sedang bermain di pantai, memanfaatkan waktu libur sekolah.

PONTIANAK POST – Musim libur sekolah bukan hanya menjadi waktu bagi anak-anak untuk beristirahat dan berwisata bersama keluarga. Di saat yang sama, jutaan orang tua mulai menyiapkan berbagai kebutuhan pendidikan untuk tahun ajaran baru, mulai dari seragam, tas, sepatu, alat tulis, hingga perlengkapan sekolah lainnya.

Melihat tingginya aktivitas konsumsi masyarakat pada periode tersebut, pemerintah bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) meluncurkan program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday and Back to School 2026. Program yang berlangsung pada 8 Juni hingga 12 Juli 2026 itu ditargetkan mampu menciptakan transaksi hingga Rp30 triliun.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Selama musim liburan sekolah ini, Kemendag berkolaborasi dengan pelaku usaha, asosiasi, dan pengelola pusat perbelanjaan untuk menghadirkan BINA Holiday and Back to School 2026. Kami optimistis program ini dapat mengakselerasi aktivitas ekonomi nasional dan menghasilkan transaksi mencapai Rp30 triliun,” ujarnya saat peluncuran program di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/6).

Belanja Keluarga Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Data pemerintah menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I 2026. Pertumbuhan tersebut didorong konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen dengan kontribusi mencapai 54,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan sebesar 6,26 persen. Indeks Penjualan Riil meningkat 4,74 persen dan transaksi perdagangan digital terus mengalami kenaikan.

Bagi banyak keluarga, pengeluaran menjelang tahun ajaran baru memang menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Karena itu, berbagai program diskon dan promosi selama BINA diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan anak dengan harga lebih terjangkau.

Belanja, Wisata, dan UMKM Bergerak Bersama

Tidak hanya menyasar sektor ritel, program BINA Holiday and Back to School 2026 juga melibatkan sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, kuliner, ekonomi kreatif, hingga UMKM.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan masa libur sekolah merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara sekaligus mendorong konsumsi masyarakat.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus transportasi, mulai dari diskon tiket kereta api, angkutan laut, hingga insentif di sektor penerbangan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa liburan.

“Momentum libur sekolah menjadi saat yang tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mendorong konsumsi masyarakat. Program BINA Holiday and Back to School 2026 sangat relevan karena menghubungkan aktivitas berwisata dengan belanja produk-produk Indonesia,” kata Ni Luh.

Peluang bagi UMKM Daerah

Program BINA juga diharapkan membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui jaringan ritel modern.

Kemendag saat ini terus menjalankan program Campuspreneur dan Link and Match UMKM Mahasiswa dengan peritel modern. Program tersebut bertujuan melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang memahami kebutuhan pasar sekaligus memiliki akses pemasaran yang lebih baik.

Selain pasar domestik, pemerintah juga mendorong UMKM memperluas pasar ekspor melalui dukungan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara.

“Kami ingin makin banyak UMKM Indonesia yang mampu menembus pasar ekspor dan menjadi bagian dari rantai pasok dunia,” ujar Roro.

HIPPINDO Optimistis Perputaran Uang Tembus Rp30 Triliun

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan BINA Holiday and Back to School 2026 merupakan bagian dari semangat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menggerakkan ekonomi nasional melalui sektor ritel.

Menurutnya, selama satu dekade terakhir HIPPINDO telah berupaya memperkuat ekosistem perdagangan nasional melalui berbagai program yang melibatkan pusat perbelanjaan, peritel, dan pelaku UMKM.

“BINA Holiday and Back to School 2026 merupakan wujud nyata semangat kolaborasi tersebut untuk mendorong masyarakat berbelanja dan berwisata di Indonesia dengan target perputaran ekonomi mencapai Rp30 triliun,” ujarnya.

Sebelumnya, program BINA Lebaran 2026 berhasil membukukan transaksi Rp54,9 triliun atau melampaui target Rp53,38 triliun.

Keberhasilan tersebut membuat pemerintah optimistis program serupa pada musim libur sekolah mampu memberikan dampak positif bagi dunia usaha sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga menjelang tahun ajaran baru. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#libir sekolah #kebutuhan sekolah #Ekonomi #belanja #pemerintah