Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Purbaya Sebut Modal Asing Kembali Masuk, Investor Mulai Percaya pada Ekonomi Indonesia

Aristono Edi Kiswantoro • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:31 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa

PONTIANAK POST – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, Indonesia mulai menerima sinyal positif dari pasar keuangan. Arus modal asing tercatat kembali masuk ke instrumen keuangan domestik sepanjang triwulan II 2026, menandakan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional masih terjaga.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, perbaikan tersebut terutama terlihat pada investasi di Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kondisi ini menjadi indikator penting bahwa Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah gejolak ekonomi dunia.

"Sementara itu, arus modal asing menunjukkan perbaikan signifikan sepanjang triwulan II 2026, khususnya pada instrumen Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6).

Kepercayaan Investor Mulai Pulih

Masuknya modal asing menjadi kabar baik bagi perekonomian nasional karena dapat memperkuat likuiditas pasar keuangan sekaligus membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Meski pasar saham masih mencatat arus keluar modal (outflow), pemerintah menilai minat investor terhadap instrumen keuangan domestik secara keseluruhan tetap kuat. Investor dinilai masih melihat Indonesia memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan dibanding sejumlah negara berkembang lainnya.

Data Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia menunjukkan arus modal asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan domestik pada triwulan II 2026.

Hingga 3 Juni 2026, tercatat net inflow sebesar Rp60,9 triliun, berbalik positif setelah pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan pada triwulan sebelumnya. Arus dana tersebut terutama mengalir ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Fundamental Ekonomi Jadi Daya Tarik

Kepercayaan investor tidak lepas dari kinerja ekonomi Indonesia yang relatif kuat. Pada triwulan I 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year), sementara inflasi Mei 2026 tetap terkendali di level 3,08 persen.

Indonesia juga masih mencatat surplus neraca perdagangan dan memiliki cadangan devisa yang memadai setara 5,6 bulan impor. Kondisi tersebut menjadi bantalan penting ketika banyak negara menghadapi perlambatan ekonomi dan ketidakpastian pasar keuangan global.

Selain itu, sektor manufaktur menunjukkan perbaikan pada Mei 2026, mengindikasikan aktivitas produksi yang terus meningkat.

Rupiah Diharapkan Menguat pada Semester II

Meski arus modal asing mulai membaik, nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan akibat sentimen global dan sikap hati-hati investor internasional.

Namun pemerintah optimistis kondisi tersebut akan membaik secara bertahap. Sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan diyakini mampu meningkatkan pasokan valuta asing di dalam negeri sekaligus memperkuat kepercayaan investor.

"Pemerintah optimistis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor serta pendalaman pasar keuangan, sehingga rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026," kata Purbaya.

Harapan bagi Dunia Usaha dan Masyarakat

Masuknya kembali modal asing bukan hanya penting bagi pasar keuangan, tetapi juga memberikan harapan bagi dunia usaha dan masyarakat. Stabilitas pasar keuangan dapat membantu menjaga iklim investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi pelaku usaha, meningkatnya kepercayaan investor menjadi sinyal bahwa ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang kuat di tengah ketidakpastian global. Sementara bagi masyarakat, kondisi tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga, memperkuat nilai tukar rupiah, dan mendukung kesejahteraan ekonomi dalam jangka panjang. (ars)

Fakta Penting

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#inveator asing #Purbaya #dolar #pertumbuhan ekonomi #rupiah