Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Membayangkan Dari Pontianak ke Brunei Naik Kereta? Prabasa Sebut Tiga Kunci Lompatan Ekonomi Kalbar

Deny Hamdani • Rabu, 10 Juni 2026 | 17:36 WIB
DUKUNG KONEKTIVITAS BORNEO – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat Prabasa Anantatur, menyampaikan dukungannya terhadap wacana pembangunan kereta api lintas Kalimantan yang terhubung hingga Sarawak dan Brunei. Menurutnya, kereta api, jalan tol, dan Pelabuhan Kijing menjadi tiga infrastruktur strategis yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Kalbar dan kawasan perbatasan. (IST)
DUKUNG KONEKTIVITAS BORNEO – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat Prabasa Anantatur, menyampaikan dukungannya terhadap wacana pembangunan kereta api lintas Kalimantan yang terhubung hingga Sarawak dan Brunei. Menurutnya, kereta api, jalan tol, dan Pelabuhan Kijing menjadi tiga infrastruktur strategis yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Kalbar dan kawasan perbatasan. (IST)

PONTIANAK POST – Wacana pembangunan kereta api lintas Kalimantan yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, hingga Brunei Darussalam kembali mendapat sorotan. DPRD Kalimantan Barat menilai proyek tersebut dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi kawasan, terutama jika terintegrasi dengan pembangunan jalan tol dan optimalisasi Pelabuhan Kijing.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan jaringan kereta api Pulau Borneo yang dinilai mampu memperkuat konektivitas antardaerah, mempercepat distribusi barang, serta membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat perbatasan.

Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan berada dalam satu bentang daratan dengan Sarawak serta Brunei Darussalam.

Prabasa menjelaskan Kalimantan Barat memiliki lima wilayah perbatasan yang berhadapan langsung dengan Malaysia, yakni Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Sanggau, Bengkayang, dan Sambas.

Kondisi geografis tersebut membuat kebutuhan konektivitas antarkawasan menjadi semakin penting. Salah satu gagasan yang terus berkembang adalah pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Sarawak hingga Brunei.

"Kalimantan Barat memiliki lima kawasan perbatasan yang berhadapan langsung dengan Malaysia. Sejak lama sudah ada gagasan agar konektivitas antarkawasan diperkuat, termasuk melalui jalur kereta api menuju Sarawak dan Brunei," ujar Prabasa kepada Pontianak Post, Rabu (10/6/2026).

Ia mengungkapkan, pembahasan mengenai kereta api lintas Kalimantan sebenarnya sudah muncul jauh sebelum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Bahkan, konsep konektivitas dari Pontianak menuju Kuching pernah menjadi bagian dari diskusi pengembangan transportasi regional di Pulau Borneo.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan, kehadiran infrastruktur modern bukan hanya soal kemudahan perjalanan. Konektivitas yang baik dapat membuka akses terhadap perdagangan, pendidikan, layanan kesehatan, hingga peluang kerja yang lebih luas.

Prabasa menilai kereta api akan memangkas biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan utama dalam pengembangan ekonomi Kalimantan Barat.

"Tentu kereta api akan membuat transportasi lebih cepat, lebih murah, dan bisa mendukung pengangkutan sumber daya alam serta hasil produksi daerah," katanya.

Menurut Prabasa, dampak terbesar akan dirasakan apabila pembangunan kereta api berjalan beriringan dengan proyek strategis lainnya.

Kalbar saat ini telah memiliki Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah yang diproyeksikan menjadi salah satu gerbang ekspor-impor penting di wilayah barat Indonesia.

Di sisi lain, rencana pembangunan jalan tol Pontianak-Singkawang-Sambas juga dinilai dapat mempercepat arus barang dan mobilitas masyarakat.

"Kalau nanti Pelabuhan Kijing dioptimalkan, ada kereta api, ditambah jalan tol Pontianak-Singkawang-Sambas, tentu dampaknya sangat besar bagi percepatan pembangunan daerah," ujarnya.

Prabasa menyebut kombinasi ketiga infrastruktur tersebut berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru yang terhubung dari kawasan pelabuhan, pusat industri, hingga wilayah perbatasan.

Keberadaan Pelabuhan Kijing dinilai memiliki peran penting dalam mendukung distribusi komoditas unggulan Kalimantan Barat.

Jika jaringan kereta api terhubung ke kawasan industri dan pelabuhan, biaya distribusi hasil perkebunan, pertambangan, maupun produk manufaktur dapat ditekan secara signifikan.

Meski sejumlah studi kelayakan atau feasibility study (FS) disebut telah beberapa kali dibahas, Prabasa berharap proyek-proyek strategis tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan.

Menurutnya, masyarakat Kalimantan membutuhkan kepastian pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan konektivitas dan pemerataan ekonomi.

"Kami mendukung penuh. Jangan hanya menjadi wacana. Harus menjadi prioritas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kalimantan," tegasnya.

Ia menambahkan, hadirnya Ibu Kota Nusantara telah mengubah posisi strategis Pulau Kalimantan dalam peta pembangunan nasional. Karena itu, infrastruktur pendukung harus dibangun secara terintegrasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan hingga ke daerah-daerah terluar.

Prabasa meyakini pembangunan jaringan transportasi modern akan memperkuat posisi Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Selain meningkatkan daya tarik investasi, konektivitas yang semakin baik juga dapat mendorong pemerataan pembangunan hingga kawasan perbatasan yang selama ini menjadi beranda terdepan negara.

"Kalau konektivitas sudah terbuka dan terhubung, Kalimantan akan berkembang jauh lebih cepat. Orang tidak hanya melihat Indonesia dari Jakarta, tetapi juga dari kawasan perbatasan di Kalimantan yang menjadi beranda terdepan negara," pungkasnya.

Belum. Hingga saat ini jalur tersebut masih berada pada tahap wacana dan kajian pengembangan.

Karena dapat meningkatkan konektivitas regional, menekan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

Kereta api lintas Kalimantan, Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah, serta rencana jalan tol Pontianak-Singkawang-Sambas. (den)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kereta api kalimantan #DPRD Kalimantan Barat #Prabasa Anantatur #anggaran #Borneo