PONTIANAK POST - Tol Pontianak–Singkawang tidak masuk dalam daftar 50 proyek jalan tol Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, sementara proyek sepanjang sekitar 144 kilometer itu hingga pertengahan 2026 juga belum memasuki tahap konstruksi.
Kondisi tersebut membuat masyarakat dan pelaku usaha di koridor Pontianak–Mempawah–Singkawang masih mengandalkan jalan nasional untuk mobilitas harian dan distribusi barang antardaerah.
Proyek yang sejak lama diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas Kalimantan Barat itu juga belum terlihat dalam daftar investasi aktif maupun proses tender yang disiapkan pemerintah.
Belum Masuk Prioritas Nasional
Pemerintah menetapkan 50 proyek jalan tol dalam daftar PSN sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang ditandatangani Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan diundangkan pada 24 September 2025.
Baca Juga: Nasib Tol Pontianak–Singkawang: Investasi Masih Tertahan, Warga Kalbar Menanti Kepastian
Dalam beleid tersebut disebutkan perubahan daftar PSN dilakukan untuk menindaklanjuti Putusan Mahkamah Agung Nomor 12 P/HUM/2025, sinkronisasi Rencana Kerja Pemerintah 2025, serta mendukung target swasembada pangan dan pemerataan pembangunan antarwilayah.
Meski mencakup proyek tol di berbagai wilayah Indonesia, nama Tol Pontianak–Singkawang tidak tercantum dalam daftar tersebut.
Bagi masyarakat Kalimantan Barat, belum terealisasinya proyek ini berarti waktu tempuh dan biaya logistik di jalur Pontianak–Singkawang masih bergantung pada kapasitas jalan nasional yang ada saat ini.
Daftar 50 Jalan Tol PSN
Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, proyek yang masuk PSN meliputi Tol Serang–Panimbang, Pandaan–Malang, Manado–Bitung, Balikpapan–Samarinda, Medan–Binjai, Pekanbaru–Kandis–Dumai, Kisaran–Tebing Tinggi, Sigli–Banda Aceh, Binjai–Langsa, Bukittinggi–Padang Panjang–Lubuk Alung–Padang, Pekanbaru–Bangkinang–Payakumbuh–Bukittinggi, Tebing Tinggi–Pematang Siantar–Prapat–Tarutung–Sibolga, Betung–Tempino–Jambi, Jambi–Rengat, Rengat–Pekanbaru, Simpang Indralaya–Muara Enim, Lubuk Linggau–Curup–Bengkulu, dan Kayu Agung–Palembang–Betung.
Baca Juga: Wagub Kalbar Desak Percepatan Jalan Tol dan Operasional Penuh Terminal Kijing
Daftar tersebut juga mencakup Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan, Ciawi–Sukabumi–Ciranjang–Padalarang, Cengkareng–Batu Ceper–Kunciran, Serpong–Cinere, Cinere–Jagorawi, Cimanggis–Cibitung, Cibitung–Cilincing, Bekasi–Cawang–Kampung Melayu, Serpong–Balaraja, Semanan–Sunter, Sunter–Pulo Gebang, Duri Pulo–Kampung Melayu, Kemayoran–Kampung Melayu, Ulujami–Tanah Abang, serta Pasar Minggu–Casablanca.
Selanjutnya terdapat Tol Pasuruan–Probolinggo, Probolinggo–Banyuwangi, Krian–Legundi–Bunder–Manyar, Jakarta–Cikampek II Sisi Selatan, Semarang–Demak, Yogyakarta–Bawen, Ngawi–Kertosono–Kediri, Depok–Antasari, Solo–Yogyakarta–Kulon Progo, Bogor Ring Road, Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap, Akses Pelabuhan Patimban, dan Tol Gilimanuk–Negara–Pekutatan–Soka–Mengwi.
Pemerintah juga memasukkan proyek Fly Over Terminal Teluk Lamong, Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru atau New Priok Eastern Access, pengembangan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono M.Sc Section Harbour Road II atau Ancol Timur–Pluit Elevated, serta pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung yang terdiri atas North–South Link Bandung dan Bandung Inter Urban Toll Road.
Prospek Jangka Panjang Kalimantan Barat
Meski belum masuk daftar PSN, pemerintah masih menilai Tol Pontianak–Singkawang memiliki prospek jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.
Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Prioritaskan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Kijing
Apabila terealisasi, proyek tersebut diproyeksikan memperkuat konektivitas kawasan pesisir barat Kalimantan Barat sekaligus mendukung pergerakan orang dan barang antara Pontianak, Mempawah, dan Singkawang.
Hingga pertengahan 2026, masyarakat Kalimantan Barat masih menunggu kepastian lanjutan proyek yang selama bertahun-tahun disebut sebagai salah satu infrastruktur penting bagi pengembangan ekonomi wilayah tersebut. (*)
Editor : Efprizan