PONTIANAK POST - Harga gadget di masa depan diperkirakan tidak hanya dipengaruhi inovasi teknologi atau strategi merek.
Namun, juga dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku strategis seperti logam tanah jarang yang menjadi komponen penting perangkat elektronik modern.
Logam Strategis di Balik Perangkat Modern
Merujuk pada laman Material Insights, Unsur tanah jarang (REE), juga dikenal sebagai logam tanah jarang, adalah sekumpulan 17 unsur logam yang secara kimiawi serupa, umumnya dapat diklasifikasikan sebagai unsur tanah jarang ringan (LREE) atau unsur tanah jarang berat (HREE).
Ia melimpah di kerak bumi, rata-rata 9,2 bagian per juta. Tetapi, distribusinya jarang dan sebagian besar terdapat dalam konsentrasi rendah di bijih mineral.
Oleh karenanya, memperoleh unsur tanah jarang dengan kemurnian tinggi membutuhkan pengolahan bijih dalam jumlah sangat besar dengan biaya yang sangat tinggi.
Tantangan utamanya terletak pada proses ekstraksi dan pemurnian yang kompleks serta membutuhkan biaya dan teknologi tinggi.
REE (Rare Earth Elements) semakin banyak diminati karena sangat penting secara fungsional untuk komponen seperti baterai, magnet, dan hard drive, yang digunakan dalam banyak aplikasi termasuk panel surya, turbin angin, ponsel pintar, dan laptop.
Komponen Kunci Smartphone hingga Kendaraan Listrik
Dalam jurnal yang dipublikasikan Science Direct (2025), unsur tanah jarang digunakan untuk menghasilkan magnet berdaya tinggi, layar berkualitas, serta motor listrik kecil yang menjadi bagian penting smartphone, laptop, hingga kendaraan listrik.
Ketergantungan ini menjadikan logam tanah jarang sebagai elemen vital dalam rantai produksi teknologi modern.
Rantai Pasok yang Rentan Gangguan Global
Rantai pasok logam tanah jarang masih terkonsentrasi di beberapa negara tertentu, sehingga sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan ekspor maupun kondisi geopolitik global.
Situasi ini kerap menyebabkan fluktuasi harga di pasar internasional.
Kebutuhan akan logam tanah jarang terus meningkat seiring pertumbuhan kendaraan listrik, teknologi energi terbarukan, dan perangkat digital yang semakin masif digunakan di berbagai sektor industri.
Lonjakan permintaan ini memberikan tekanan tambahan pada ketersediaan pasokan global.
Dampak Langsung ke Harga Gadget
Ketika harga bahan baku naik atau pasokan terganggu, biaya produksi komponen elektronik ikut meningkat.
Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi harga jual perangkat seperti smartphone, laptop, dan gadget lainnya di pasar global.
Walhasil, dengan perannya yang semakin penting dalam industri teknologi global, logam tanah jarang kini tidak hanya menjadi komoditas industri, tetapi juga faktor strategis yang dapat menentukan struktur harga perangkat digital di masa depan. (*)
Editor : Miftahul Khair