PONTIANAK POST – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan ini. Meski demikian, pergerakan indeks diperkirakan berlangsung dalam fase konsolidasi seiring pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen global dan domestik.
Praktisi pasar modal Hans Kwee mengatakan penguatan IHSG ditopang oleh kombinasi membaiknya nilai tukar rupiah, masuknya kembali dana asing ke pasar saham Indonesia, serta meredanya ketegangan geopolitik internasional.
Menurut dia, IHSG berpotensi bergerak pada kisaran support 5.900–5.677 dan resistance 6.100–6.264.
“Investor makin meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat,” ujarnya, Minggu (14/6).
Hans menilai pasar saham global menunjukkan tren yang lebih positif dibanding beberapa pekan sebelumnya. Bursa saham Amerika Serikat menguat setelah meningkatnya optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan diplomatik antara Washington dan Teheran.
Selain itu, pencatatan saham SpaceX yang menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di Wall Street turut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global.
Kondisi tersebut mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham di negara berkembang seperti Indonesia.
Di dalam negeri, pasar merespons positif langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5 persen.
Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global sekaligus meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik.
Selain itu, prospek ekonomi nasional juga memperoleh dorongan setelah Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5 persen dari sebelumnya 4,7 persen.
Revisi tersebut didasarkan pada kinerja ekonomi Indonesia yang dinilai lebih kuat dari perkiraan pada kuartal pertama tahun ini.
Hans menilai saham-saham sektor perbankan masih menjadi penopang utama penguatan IHSG.
Kenaikan suku bunga berpotensi meningkatkan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan sehingga memperkuat prospek kinerja emiten di sektor tersebut.
“Reli pasar saham didorong sektor perbankan karena adanya potensi kenaikan margin di tengah komitmen BI menjaga stabilitas rupiah dan inflasi,” katanya.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja positif sepanjang perdagangan 8–12 Juni 2026.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan IHSG menguat 7,38 persen menjadi 6.007,656 dari posisi 5.594,765 pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar juga meningkat 7,31 persen menjadi Rp10.524 triliun dari Rp9.807 triliun pada pekan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan menunjukkan perbaikan dengan rata-rata frekuensi transaksi harian naik 4,14 persen menjadi 2,51 juta kali transaksi.
Dari sisi aliran modal, investor asing kembali membukukan pembelian bersih di pasar saham domestik.
Pada perdagangan Jumat (12/6), investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp287,84 miliar.
Meski demikian, secara kumulatif sejak awal tahun, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp67,34 triliun.
Pelaku pasar menilai keberlanjutan arus dana asing akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah pergerakan IHSG dalam beberapa pekan ke depan. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro