Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kian Urgen, Presiden Prabowo Minta Update Pengembangan Rare Earth di Tanah Air

Aristono Edi Kiswantoro • Rabu, 17 Juni 2026 | 22:13 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

PONTIANAK POST – Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rapat terbatas bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/06/2026).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan kerja sama strategis terkait mineral tanah jarang (rare earth) dan kesiapan sumber daya manusia nasional untuk mendukung hilirisasi industri berteknologi tinggi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden ingin memperoleh laporan terbaru mengenai berbagai program pendidikan, pelatihan, serta kerja sama yang telah berjalan dalam mendukung pengelolaan mineral strategis nasional.

"Beliau ingin mendapatkan update terkait persiapan pengawakan sumber daya manusia kita yang beberapa sudah berjalan proses-proses pendidikan maupun latihan dan juga kerja sama yang berkaitan dengan teknologi dan mineral kritis atau logam tanah jarang," ujar Prasetyo.

Rare Earth Jadi Komoditas Strategis Nasional

Dalam rapat tersebut, Presiden juga menerima laporan mengenai perkembangan kerja sama yang berkaitan dengan eksplorasi dan pengolahan logam tanah jarang di Indonesia.

Brian Yuliarto yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Industri Mineral diminta menyampaikan perkembangan terbaru berbagai inisiatif yang sedang disiapkan pemerintah.

Mineral tanah jarang merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi dan geopolitik tinggi karena menjadi bahan baku utama berbagai industri teknologi modern.

Digunakan untuk Industri Pertahanan dan Teknologi Tinggi

Logam tanah jarang banyak dimanfaatkan dalam industri pertahanan, termasuk untuk produksi mesin pesawat tempur, sistem rudal, hingga berbagai perangkat militer berteknologi tinggi.

Selain sektor pertahanan, mineral ini juga digunakan dalam industri elektronik seperti alat pendeteksi bawah laut, sistem komunikasi, perangkat pelacak, teknologi antirudal, hingga pembangkit energi pada satelit.

Indonesia saat ini tengah mempercepat pengembangan industri logam tanah jarang (rare earth) yang dinilai strategis bagi sektor pertahanan, energi, dan teknologi tinggi. Pemerintah telah mengidentifikasi delapan blok sumber daya rare earth berpotensi besar yang tersebar di Kalimantan, Sulawesi, dan Bangka Belitung.

Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang masuk peta potensi nasional, terutama melalui temuan mineral monasit di Kabupaten Ketapang yang mengandung unsur tanah jarang bernilai tinggi.

Sejalan dengan itu, pemerintah menargetkan investasi hilirisasi mencapai Rp3.464,5 triliun hingga 2029. Pada 2025, realisasi investasi hilirisasi telah mencapai Rp584,1 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total investasi nasional. Pengembangan rare earth menjadi salah satu fokus pemerintah untuk memperkuat rantai pasok industri strategis dan menarik investasi teknologi berkelanjutan.

Prabowo Dorong Investasi Pengolahan Rare Earth

Pemerintah menilai pengembangan industri mineral tanah jarang menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Dalam sejumlah kunjungan luar negeri dan pertemuan dengan investor internasional, Presiden Prabowo secara terbuka menawarkan peluang investasi untuk eksplorasi maupun pengolahan mineral tanah jarang di Indonesia.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi bagi tenaga kerja Indonesia.

Timwas Haji Juga Dipanggil ke Hambalang

Selain menerima Mendiktisaintek, Presiden Prabowo pada hari yang sama juga menggelar rapat bersama Tim Pengawas Haji (Timwas Haji), Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf, serta Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk memperoleh laporan terkini mengenai penyelenggaraan ibadah haji dan berbagai evaluasi yang diperlukan guna meningkatkan pelayanan jemaah Indonesia pada musim haji mendatang. (ars)

 

Tabel Informasi

Keterangan Data
Presiden Prabowo Subianto
Lokasi Rapat Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor
Waktu Rabu (17/6)
Menteri yang Dipanggil Brian Yuliarto
Jabatan Brian Mendiktisaintek dan Kepala Badan Industri Mineral
Topik Utama Mineral tanah jarang (rare earth)
Fokus Pembahasan SDM, teknologi, dan hilirisasi mineral strategis
Juru Bicara Prasetyo Hadi
Komoditas Strategis Logam tanah jarang (Rare Earth Elements/REE)
Pemanfaatan Industri pertahanan, elektronik, satelit, komunikasi
Agenda Lain Presiden Rapat dengan Timwas Haji dan Kementerian Haji
Tujuan Strategis Menarik investasi dan memperkuat hilirisasi nasional
Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#mineral tanah jarang #rare earth Indonesia #Prabowo Subianto #kalimantan barat #hilirisasi industri