Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kopi Kalbar Ikut Sumbang Transaksi Jumbo Rp66 Miliar di Bangkok

Aristono Edi Kiswantoro • Sabtu, 20 Juni 2026 | 00:03 WIB
TEMBUS PASAR GLOBAL – Pelaku usaha kopi Indonesia mengikuti pameran World of Coffee Bangkok 2026 di Thailand, 7–9 Mei 2026. Ajang tersebut mencatat potensi transaksi ekspor sebesar 3,89 juta dolar AS (sekitar Rp66 miliar) dari komitmen pembelian 337 ton kopi oleh buyer dari berbagai negara. FOTO: KEMENDAG
TEMBUS PASAR GLOBAL – Pelaku usaha kopi Indonesia mengikuti pameran World of Coffee Bangkok 2026 di Thailand, 7–9 Mei 2026. Ajang tersebut mencatat potensi transaksi ekspor sebesar 3,89 juta dolar AS (sekitar Rp66 miliar) dari komitmen pembelian 337 ton kopi oleh buyer dari berbagai negara. FOTO: KEMENDAG

PONTIANAK POST – Produk kopi asal Kalimantan Barat ikut berkontribusi dalam potensi transaksi ekspor kopi Indonesia senilai 3,89 juta dolar AS atau sekitar Rp66 miliar pada ajang World of Coffee Bangkok 2026 di Thailand. Capaian tersebut membuka peluang baru bagi petani dan pelaku usaha kopi Kalbar untuk memperluas pasar hingga mancanegara.

Potensi transaksi itu berasal dari komitmen pembelian (letter of intent/LoI) sebanyak 337 ton kopi yang dihimpun dari 60 calon pembeli potensial dari berbagai negara. Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah sentra kopi yang turut ambil bagian bersama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Kopi Indonesia Diminati Buyer dari 13 Negara

Atase Perdagangan RI di Bangkok, Rafika Arfani, mengatakan antusiasme pengunjung terhadap kopi Indonesia terlihat dari tingginya minat calon pembeli selama pameran berlangsung.

"Antusiasme pengunjung terhadap kopi Indonesia sangat tinggi, tercermin dari banyaknya komitmen bisnis yang berhasil dihimpun selama penyelenggaraan pameran," ujarnya.

Para buyer yang menyatakan minat pembelian berasal dari Thailand, Belanda, Korea Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Mesir, Oman, India, Brunei Darussalam, Filipina, Finlandia, dan Taiwan.

Capaian tersebut menunjukkan kopi Indonesia masih memiliki daya saing kuat di pasar global, termasuk kopi yang berasal dari daerah-daerah penghasil seperti Kalimantan Barat.

Peluang Besar bagi Kopi Kalbar Menembus Pasar ASEAN

Keikutsertaan pelaku usaha kopi Kalimantan Barat dalam pameran internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan karakter kopi daerah kepada pasar global.

Thailand sendiri dinilai sebagai pasar yang sangat prospektif. Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, Hari Prabowo, menyebut konsumsi kopi masyarakat Thailand meningkat hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir.

Konsumsi kopi per kapita di negara tersebut naik dari sekitar 180 cangkir menjadi 340 cangkir per tahun. Di sisi lain, produksi kopi Thailand hanya sekitar 15.600 ton per tahun, jauh di bawah kebutuhan domestiknya yang mencapai lebih dari 90.000 ton.

"Kondisi tersebut menjadikan Thailand sebagai pasar yang sangat prospektif bagi kopi Indonesia untuk memperluas penetrasi ekspor dan memperkuat posisinya di kawasan Asia Tenggara," kata Hari.

Dampak Langsung bagi Petani Kopi Kalbar

Bagi Kalimantan Barat, meningkatnya akses pasar ekspor berpotensi memberikan nilai tambah bagi petani kopi dan pelaku UMKM pengolahan kopi. Semakin luas pasar yang dapat dijangkau, semakin besar peluang peningkatan harga jual dan pendapatan petani di tingkat hulu.

Selain memperkuat pemasaran, partisipasi dalam pameran internasional juga menjadi sarana memperkenalkan identitas kopi Kalbar yang memiliki karakter cita rasa khas dari berbagai wilayah penghasil kopi di daerah tersebut.

Kalimantan Barat memang bukan termasuk produsen kopi terbesar di Indonesia, namun komoditas ini menjadi sumber penghidupan penting bagi petani di sejumlah daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kopi Kalimantan Barat pada 2024 mencapai sekitar 3.500 ton, dengan sentra produksi tersebar di Kabupaten Bengkayang, Sambas, Sanggau, Kapuas Hulu, dan Sintang. Meski volumenya relatif kecil dibanding sentra kopi di Sumatera dan Jawa, kopi Kalbar memiliki peluang tumbuh melalui pasar kopi spesialti dan ekspor bernilai tambah yang terus berkembang.

Prosedur Ekspor Jadi Tantangan Sekaligus Peluang

Dalam persiapan pameran, para pelaku usaha juga harus memenuhi berbagai persyaratan untuk memasukkan sampel kopi ke Thailand. Prosedur tersebut mencakup perizinan dari Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand, Kementerian Perdagangan Thailand, Food and Drug Administration (FDA), serta otoritas Bea dan Cukai.

Meski cukup ketat, pemenuhan standar tersebut menjadi peluang bagi kopi Indonesia, termasuk kopi Kalbar, untuk meningkatkan kualitas dan daya saing di pasar internasional.

Kalbar Berpeluang Memperkuat Posisi di Pasar Global

Keikutsertaan Kalimantan Barat dalam ajang World of Coffee Bangkok 2026 menunjukkan produk daerah semakin diperhitungkan dalam rantai perdagangan global. Di tengah meningkatnya konsumsi kopi dunia, peluang ekspor yang terbuka dapat menjadi kabar baik bagi petani, UMKM, dan industri kopi Kalbar yang terus berkembang. (ars)

Fakta Penting

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#World of Coffee Bangkok 2026 #ekspor kopi Indonesia #petani kopi Kalimantan Barat #pasar kopi Thailand #UMKM kopi Kalbar