Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Jangan Terjebak FOMO, Membeli Rumah Harus Berdasarkan Kesiapan Finansial

Chairunnisya • Selasa, 23 Juni 2026 | 12:17 WIB
MENGGELIAT: Sektor properti diprediksi akan membaik di tahun ini. Hal tersebut menyusul meningkatnya optimisme masyarakat dan stabilitas politik. IST
MENGGELIAT: Sektor properti diprediksi akan membaik di tahun ini. Hal tersebut menyusul meningkatnya optimisme masyarakat dan stabilitas politik. IST

PONTIANAK POST - Impian memiliki rumah sendiri sering kali datang bersamaan dengan tekanan sosial. Ketika teman sebaya mulai membeli rumah, tak sedikit pasangan muda merasa harus segera mengikuti.

Padahal, keputusan tersebut seharusnya didasarkan pada kesiapan keuangan, bukan rasa takut tertinggal.

FOMO Jadi Pemicu Keputusan Keliru

Menurut perencana keuangan sekaligus founder Finante.id Rista Zwestika CFP WMI WPS, banyak pasangan membeli rumah karena faktor psikologis, bukan kebutuhan yang benar-benar mendesak.

Baca Juga: Beli Rumah, Ngontrak, atau Tinggal dengan Orang Tua? Ini Pertimbangan Finansial Pasutri Muda

’’FOMO karena teman sudah beli rumah, jadi merasa harus ikut. Padahal kondisi finansial belum tentu siap,’’ ucapnya, dilansir dari Jawapos.

Akibatnya, pasangan berisiko menghadapi beban finansial yang berat dalam jangka panjang.

Cicilan Terlalu Besar Bisa Menjadi Beban

Rista menilai salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengambil cicilan rumah terlalu besar dibanding kemampuan keuangan.

Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich, Biar Beban Finansial Lebih Ringan

’’Yang sering terjadi, cicilan 40 sampai 50 persen penghasilan, padahal itu sangat berisiko,’’ ungkap Rista.

Kondisi tersebut bukan hanya mengganggu arus kas keluarga, tetapi juga berpotensi memicu stres dalam rumah tangga, konflik pasangan, hingga risiko gagal bayar.

Rumah Bukan Soal Gengsi

Menurutnya, rumah seharusnya dipandang sebagai komitmen jangka panjang yang membutuhkan kesiapan finansial dan mental.

Baca Juga: Daya Tarik Properti Hadap Selatan: Rumah Tetap Terang Tanpa Silau Matahari Pagi

Karena itu, pasangan perlu memastikan dana darurat tersedia, memiliki uang muka yang cukup, serta tetap mampu menabung setelah membayar cicilan.

’’Rumah itu bukan soal cepat-cepatan, tapi soal kesiapan. Pastikan kondisi keuangan sudah kuat agar tidak menjadi beban di kemudian hari,’’ paparnya. (*) 

Editor : Chairunnisya
#tips keuangan #rumah\ #keuangan #finansial