PONTIANAK POST - Kini untuk menuju Jakarta, tak perlu lagi lewat Pontianak. Maskapai PT Surya Mataram Nusantara (FlyJaya) resmi membuka rute langsung Halim Perdanakusuma, Jakarta-Ketapang, Kalimantan Barat, pulang-pergi (PP). Penerbangan perdana rute tersebut telah dilakukan pada Senin (22/6/2026) sebagai upaya memperkuat konektivitas Kalimantan Barat dan mendukung mobilitas masyarakat serta pelaku usaha.
Direktur Niaga FlyJaya, Ary Mercyanto, mengatakan pembukaan rute Halim-Ketapang merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperluas jaringan penerbangan nasional dan menjawab kebutuhan pasar akan penerbangan langsung.
"Penerbangan perdana rute Halim Perdanakusuma-Ketapang pulang-pergi sudah dilakukan pada Senin (22/6)," kata Ary dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/6).
Memperpendek Jarak Jakarta dan Ketapang
Kehadiran penerbangan langsung Jakarta-Ketapang diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang selama ini harus melakukan perjalanan dengan transit. Akses yang lebih cepat dan efisien diyakini dapat mendukung aktivitas bisnis maupun perjalanan keluarga.
Menurut Ary, Ketapang memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
Melalui penerbangan langsung dari Bandara Halim Perdanakusuma, FlyJaya ingin menghadirkan layanan yang lebih nyaman bagi masyarakat serta pelaku usaha yang memiliki aktivitas antara Jakarta dan Ketapang.
Diharapkan Mendorong Perdagangan dan Investasi Daerah
Ary menilai konektivitas udara yang baik akan membuka peluang ekonomi baru bagi daerah. Kehadiran rute baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas perdagangan, investasi, hingga sektor pariwisata.
"Kami percaya konektivitas udara yang baik akan membuka lebih banyak peluang ekonomi. FlyJaya hadir untuk menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia," ujarnya.
Hingga Selasa (23/6/2026), FlyJaya belum merilis jumlah penumpang maupun tingkat keterisian (load factor) penerbangan perdana rute Halim Perdanakusuma-Ketapang. Sebelumnya, maskapai tersebut menyatakan akan mengoperasikan pesawat ATR72 dengan kapasitas efektif sekitar 50 penumpang per penerbangan, menyesuaikan kondisi landasan Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Rute ini dijadwalkan beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
Pemesanan Tiket Sudah Dibuka
FlyJaya menyatakan masyarakat telah dapat memesan tiket penerbangan melalui situs resmi maskapai, platform online travel agent (OTA), maupun agen perjalanan yang bekerja sama dengan perusahaan.
FlyJaya mengoperasikan rute langsung Halim Perdanakusuma (HLP)-Rahadi Oesman Ketapang (KTG) menggunakan pesawat ATR72 dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
Berdasarkan informasi yang dirilis maskapai dan mitra penjualan tiket, penerbangan HLP-KTG dijadwalkan berangkat pukul 06.30 WIB dan tiba pukul 08.10 WIB. Sementara penerbangan KTG-HLP berangkat pukul 10.05 WIB dan tiba pukul 11.15 WIB. Harga tiket sekali jalan ditawarkan mulai Rp1,9 juta hingga sekitar Rp1,99 juta dan sudah termasuk bagasi gratis 10 kilogram.
Tabel Jadwal FlyJaya Halim-Ketapang 2026
| Rute | Nomor Penerbangan | Berangkat | Tiba | Hari Operasi |
|---|---|---|---|---|
| Halim (HLP) – Ketapang (KTG) | KS 141 | 06.30 WIB | 08.10 WIB | Senin, Rabu, Jumat |
| Ketapang (KTG) – Halim (HLP) | KS 524 | 10.05 WIB | 11.15 WIB | Senin, Rabu, Jumat |
Kisaran Harga Tiket
| Rute | Harga Mulai |
|---|---|
| Halim (HLP) – Ketapang (KTG) | Rp1,9 juta |
| Ketapang (KTG) – Halim (HLP) | Rp1,9 juta-Rp1,99 juta |
FlyJaya Kenalkan Desain Baru Seragam Awak Kabin
Selain meresmikan rute baru, FlyJaya juga memperkenalkan teaser seragam baru awak kabin yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang.
Desain seragam tersebut memadukan konsep modern dan profesional dengan sentuhan motif khas Yogyakarta yang dikemas secara kontemporer. Pembaruan itu menjadi bagian dari transformasi identitas maskapai tanpa meninggalkan nilai budaya dan keramahan pelayanan.
Masih Banyak Rute Potensial untuk ATR72
FlyJaya optimistis masih memiliki peluang besar untuk memperluas jaringan penerbangannya. Saat ini maskapai tersebut mengoperasikan pesawat ATR72 dan melayani sejumlah rute seperti Jakarta-Halim-Yogyakarta, Jakarta-Halim-Jember, Makassar-Bone, Makassar-Selayar, Balikpapan-Bone, Kendari-Bone, serta Kendari-Wakatobi.
"Kami melihat masih banyak rute potensial untuk pesawat ATR72 yang frekuensi penerbangannya saat ini masih rendah atau bahkan belum terlayani. Hal ini menunjukkan bahwa peluang ekspansi rute kami ke depannya masih sangat besar," kata Ary.
Ketapang Muncul sebagai Magnet Ekonomi Baru Kalimantan Barat
Pembukaan rute Halim-Ketapang menjadi kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Barat, terutama pelaku usaha, pekerja, dan keluarga yang membutuhkan akses transportasi lebih cepat menuju Jakarta. Konektivitas yang semakin baik diharapkan tidak hanya mempersingkat perjalanan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah.
Pembukaan rute langsung Halim-Ketapang dinilai sejalan dengan pertumbuhan pesat Kabupaten Ketapang yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Kalimantan Barat.
Wilayah ini dikenal sebagai sentra perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan yang besar, sekaligus menjadi daerah dengan aktivitas pertambangan bauksit yang cukup masif. Sejumlah proyek pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit juga mulai beroperasi dan berkembang di kawasan tersebut.
Selain sektor pertambangan dan perkebunan, Ketapang juga menjadi pintu masuk aktivitas perdagangan dan jasa di wilayah selatan Kalimantan Barat. Konektivitas udara yang lebih cepat menuju Jakarta diperkirakan akan mendukung mobilitas pelaku usaha, investor, pekerja, serta masyarakat yang selama ini bergantung pada penerbangan transit.
Konektivitas Udara Diyakini Mendorong Investasi
Keberadaan penerbangan langsung Jakarta-Ketapang diharapkan tidak hanya mempersingkat waktu perjalanan, tetapi juga memperkuat daya saing daerah. Akses transportasi yang semakin mudah diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi dan mempercepat perputaran ekonomi.
Bagi masyarakat Ketapang, kehadiran FlyJaya membuka peluang baru untuk menjangkau pusat bisnis nasional tanpa harus transit. Sementara bagi dunia usaha, penerbangan langsung menjadi sarana penting dalam mendukung aktivitas sektor perkebunan, pertambangan, industri pengolahan, hingga pariwisata yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Dengan semakin terbukanya akses udara, Ketapang dipandang bukan lagi sekadar daerah penghasil komoditas, melainkan salah satu magnet pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat yang terus berkembang dan semakin terhubung dengan pusat-pusat ekonomi nasional.
Baru Dua Tahun Berdiri
FlyJaya sendiri adalah pemain baru dalam industri dirgantara di Indonesia. Perusahaan ini Didirikan pada 2024, dengan visi memperkuat konektivitas antardaerah di Indonesia, negara kepulauan yang memiliki tantangan geografis yang kompleks. Maskapai tersebut hadir untuk menjembatani kota-kota besar hingga daerah yang selama ini masih minim layanan penerbangan langsung.
Dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan berstandar internasional, FlyJaya berupaya menghadirkan perjalanan udara yang lebih mudah, efisien, dan andal bagi masyarakat. Maskapai itu juga menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama, baik untuk perjalanan bisnis maupun wisata.
FlyJaya menyatakan ingin menjadi mitra terpercaya masyarakat di udara sekaligus turut berkontribusi dalam memperkuat konektivitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"FlyJaya hadir untuk menyatukan Indonesia dari udara, menghubungkan berbagai wilayah Nusantara melalui layanan penerbangan yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan," demikian visi perusahaan dalam website resminya. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro