Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Ekspor Lidi Sawit ke China Buka Peluang Besar bagi Kalbar

Efprizan • Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40 WIB
Pelepasan ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China membuka peluang ekonomi baru bagi daerah sentra perkebunan sawit. (Dok.BPDP)
Pelepasan ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China membuka peluang ekonomi baru bagi daerah sentra perkebunan sawit. (Dok.BPDP)

PONTIANAK POST - Ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China membuka peluang ekonomi baru bagi Kalimantan Barat yang merupakan salah satu daerah dengan hamparan perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia dan memiliki pasokan bahan baku melimpah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Pelepasan ekspor perdana tersebut dilakukan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6/2026).

Dilansir dari laman resmi BPDP, sebanyak 28 ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan di Riau, Sumatera Utara, dan Aceh diberangkatkan ke China sebagai pasar ekspor perdana produk hasil pemanfaatan limbah sawit tersebut.

Kalbar Berpeluang Jadi Sentra Lidi Sawit

Keberhasilan ekspor ini menjadi sinyal positif bagi Kalimantan Barat yang memiliki jutaan hektare perkebunan sawit dan menghasilkan pelepah sawit dalam jumlah besar setiap tahun.

Baca Juga: DPRD Kalbar Dorong Revisi Pergub Harga TBS Sawit, Petani Keluhkan Mekanisme Penetapan Harga

Selama ini, sebagian besar lidi sawit hanya menjadi limbah kebun atau dimanfaatkan secara terbatas oleh masyarakat sekitar perkebunan.

Melalui pengolahan yang tepat, lidi sawit dapat menjadi komoditas ekspor sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi petani, kelompok perempuan, pemuda desa, UMKM, dan koperasi di wilayah sentra sawit.

Produk yang diekspor merupakan hasil program pemberdayaan UMKM dan koperasi yang dijalankan ASPEKPIR bersama BPDP sejak 2024 melalui berbagai pelatihan dan pendampingan usaha.

Ribuan Petani Rasakan Manfaat

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP yang sambutannya dibacakan Anwar Sadat mengatakan pihaknya selama beberapa tahun terakhir aktif mempromosikan pemanfaatan produk samping dan limbah sawit yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Baca Juga: Kaltara Siapkan Kereta Api Logistik, Biaya Angkut Batu Bara dan Sawit Bakal Turun Drastis

"BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi," ujarnya.

Menurut BPDP, berbagai workshop produksi lidi sawit telah dilaksanakan di sejumlah daerah untuk meningkatkan keterampilan petani dan memastikan kualitas produk memenuhi standar pasar ekspor.

Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono mengatakan sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku ekspor ke China.

Manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut diperkirakan dirasakan sekitar 2.800 anggota koperasi yang terlibat dalam rantai pasok produksi.

Baca Juga: Petani Sawit Kalimantan Hadapi Kombo Maut, Wabah Ganoderma dan Anjloknya Harga TBS

"Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi," kata Setiyono.

Permintaan Global Terus Meningkat

Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi menjelaskan permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit menunjukkan tren yang terus meningkat.

Menurutnya, peluang usaha ini masih terbuka lebar bagi petani dan pelaku UMKM di berbagai daerah penghasil sawit.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Kalimantan Barat untuk mengembangkan industri berbasis limbah sawit yang mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan.

Baca Juga: Apkasindo Soroti Serangan Ganoderma dan Anjloknya Harga TBS Sawit Rakyat, Desak Pengaktifan Bursa CPO Nasional

Selain menghasilkan devisa, pengembangan produk lidi sawit juga mendukung ekonomi sirkular karena memanfaatkan limbah perkebunan menjadi produk bernilai ekspor.

Keberhasilan ekspor perdana ini menunjukkan bahwa komoditas sawit tidak hanya menghasilkan minyak sawit mentah, tetapi juga mampu menciptakan sumber ekonomi baru melalui pemanfaatan produk turunannya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*)

Editor : Efprizan
#ekspor lidi sawit #UMKM perkebunan sawit #Sawit Kalbar #Perkebunan Sawit #BPDP