PONTIANAK POST - Pengembangan teknologi pirolisis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengolah limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi minyak biomassa membuka peluang besar bagi Provinsi Kalimantan Barat, salah satu daerah dengan hamparan perkebunan sawit terluas di Indonesia, untuk meningkatkan nilai tambah limbah sekaligus memperkuat sektor energi terbarukan.
Selama ini, Kalimantan Barat menghasilkan limbah tandan kosong kelapa sawit dalam jumlah besar seiring tingginya produksi crude palm oil (CPO), sehingga inovasi pengolahan limbah menjadi energi dinilai dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi pelaku industri dan masyarakat.
Ketua Tim Riset Pirolisis Minyak Biomassa dari Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Dieni Mansur, mengatakan pemanfaatan limbah biomassa menjadi energi dan bahan kimia berbasis hayati merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil.
"Minyak pirolisis digunakan untuk mendukung diversifikasi bahan bakar di Indonesia. Di sisi lain, tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah yang jumlahnya sangat besar sehingga perlu ditanggulangi secara optimal," ujar Dieni, dilansir dari situs resmi BRIN.
Baca Juga: Ekspor Lidi Sawit ke China Buka Peluang Besar bagi Kalbar
Kalbar Berpeluang Kembangkan Industri Hilir Sawit
Sebagai daerah yang memiliki banyak perkebunan dan pabrik kelapa sawit, Kalimantan Barat dinilai memiliki potensi besar mengembangkan teknologi pirolisis untuk meningkatkan nilai ekonomi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Penerapan teknologi tersebut dapat mendukung tumbuhnya industri hilir berbasis biomassa, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat upaya pemerintah mendorong ekonomi hijau dan ekonomi sirkular di daerah.
Selain mengurangi volume limbah, hasil pengolahan juga berpotensi menjadi sumber energi alternatif bagi industri pengolahan sawit maupun sektor lainnya.
Hasilkan Tiga Produk Bernilai Tinggi
Dieni menjelaskan proses pirolisis dapat dilakukan melalui metode pemanasan lambat, cepat, maupun sangat cepat.
Baca Juga: Percepat Hilirisasi Logam Tanah Jarang Nasional, BRIN Gandeng Universiti Teknologi Petronas
Saat ini, fasilitas reaktor BRIN mampu mengolah tandan kosong kelapa sawit melalui pirolisis lambat dengan waktu proses sekitar dua hingga empat jam.
Teknologi tersebut menghasilkan tiga produk utama, yakni minyak biomassa (bio-oil), asap cair, dan arang hayati (bio-char).
Asap cair memiliki beragam potensi pemanfaatan, mulai dari pelapis alami untuk memperpanjang masa simpan buah-buahan hingga material berbentuk film yang berpotensi membantu penyembuhan luka pada rongga mulut.
Sementara itu, minyak biomassa dan asap cair mengandung senyawa organik seperti fenol, asam asetat, keton, dan metanol yang banyak dimanfaatkan dalam industri kimia.
Baca Juga: Karhutla Melonjak 8 Kali Lipat, BRIN Kaji Pembakaran Terkendali untuk Cegah Kebakaran Besar
Dukung Diversifikasi Energi Nasional
Menurut Dieni, minyak biomassa hasil pirolisis saat ini sudah dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler industri.
Meski belum dapat digunakan sebagai bahan bakar tunggal kendaraan bermotor, minyak biomassa memiliki potensi dikembangkan sebagai bahan aditif untuk bensin sehingga membuka peluang pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan.
"Potensi tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi alternatif dan bahan kimia berbasis hayati yang lebih berkelanjutan," jelasnya.
Ia menambahkan, hasil penelitian tersebut menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan limbah pertanian dan penyediaan energi terbarukan.
Baca Juga: Peluang Kereta Api Kalimantan Makin Terbuka, BRIN Kembangkan Teknologi Baru untuk Infrastruktur Rel
"Ke depannya, kami berharap pirolisis tandan kosong kelapa sawit dapat membantu mengatasi permasalahan limbah sawit sekaligus menjadi salah satu alternatif diversifikasi energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," kata Dieni.
Pengembangan teknologi pirolisis biomassa oleh BRIN menunjukkan limbah pertanian tidak lagi sekadar menjadi persoalan lingkungan, melainkan dapat diubah menjadi sumber daya strategis bernilai ekonomi.
Bagi Kalimantan Barat yang memiliki sektor perkebunan sawit sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah, inovasi ini membuka peluang memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah komoditas, dan mendukung ketahanan energi nasional berbasis sumber daya lokal. (*)
Editor : Efprizan