PONTIANAK POST - Harga durian di Singapura turun cukup signifikan memasuki musim panen pertengahan tahun, dengan varietas premium Mao Shan Wang atau Musang King kini dijual sekitar 20 dolar Singapura per kilogram dan diperkirakan masih berpotensi turun hingga 18 dolar Singapura per kilogram, berdasarkan laporan The Straits Times.
Kabar gembira ini tentunya menarik bagi warga Kalimantan Barat yang ingin berwisata ke negeri Singa. Apalagi dengan adanya penerbangan perdana maskapai Scoot Airlines rute Singapura (SIN)-Pontianak (PNK)-Singapura (SIN), Senin pagi (29/6).
Berwisata di musim liburan sambil makan murah durian premium, kapan lagi kalau tidak sekarang.
Harga Turun karena Panen Melimpah
Menurut The Straits Times, penurunan harga dipicu melimpahnya pasokan durian atau dikenal dengan sebutan tsunami durian dari Malaysia, terutama dari Johor dan Pahang, yang sedang memasuki puncak musim panen sehingga produksi meningkat tajam.
Baca Juga: Peluang Warga Kalbar Nikmati Durian Tsunami Malaysia, Harga Musang King Anjlok hingga Agustus
harga Mao Shan Wang telah turun dari sekitar 28 dolar Singapura per kilogram pada Maret menjadi sekitar 20 dolar Singapura per kilogram per 23 Juni 2026.
Sementara itu, varietas Red Prawn atau durian udang merah (D175) ikut turun dari sekitar 14 dolar Singapura menjadi 12 dolar Singapura per kilogram.
Pendiri 99 Old Trees, Kelvin Tan, mengatakan harga tersebut merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir meski kualitas buah tidak seluruhnya meningkat.
"Ini adalah harga termurah dalam lima tahun terakhir, tetapi banyak durian berasal dari pohon yang masih muda sehingga kualitas buahnya cukup beragam dan membutuhkan penyortiran lebih lama," kata Kelvin Tan kepada The Straits Times.
Baca Juga: Bukan Sekadar Dijual Mentah, Durian Gunung Sembilan Diolah Jadi Produk Bernilai Lebih Tinggi
Ia menambahkan, meski kualitas sebagian buah menurun, penjualan di tokonya justru mengalami sedikit peningkatan seiring harga yang lebih terjangkau.
Harga Malaysia Jauh Lebih Murah
Media Malaysia melaporkan harga Musang King atau Mao Shan Wang di negara tersebut hanya sekitar RM6 per kilogram, sedangkan Red Prawn bahkan dijual mulai RM2 per buah karena produksi yang melimpah.
Cuaca yang lebih panas membuat pohon durian berbuah lebih awal dan menghasilkan panen lebih banyak sehingga terjadi kelebihan pasokan di Malaysia.
Namun, pelaku usaha di Singapura memastikan harga tidak akan turun hingga menyamai Malaysia.
Baca Juga: Durian Gunung Sembilan Tembus Pasar Ketapang, Panen Melimpah Bawa Berkah bagi Petani Kayong Utara
Pendiri Durian Garden, Melvin Chua, mengatakan biaya operasional di Singapura jauh lebih tinggi dibandingkan negara produsen.
"Malaysia memiliki stok yang sangat banyak sehingga bisa menjual murah, sedangkan kami masih harus menanggung biaya transportasi, operasional, dan GST sehingga harga tidak mungkin serendah itu," ujar Melvin Chua.
Pedagang Berhati-hati Menambah Stok
Pemilik Combat Durian, Linda Ang, mengatakan tokonya telah menambah pasokan sekitar 50 persen dalam beberapa hari terakhir untuk memenuhi permintaan.
Meski demikian, ia tetap membatasi jumlah stok harian karena durian memiliki masa simpan yang singkat sehingga berisiko merugi jika tidak habis terjual.
Baca Juga: Pesona Durian Jemongko: Dari Singkawang ke Pontianak Demi Menyantap Durian
Linda juga mengaku masih menunggu apakah turunnya harga benar-benar mampu meningkatkan penjualan, mengingat banyak warga Singapura memilih membeli langsung ke Malaysia selama libur sekolah karena harga di sana jauh lebih murah.
Sementara itu, seorang pelanggan setia bernama Mr Chia mengatakan ia pernah menemukan Mao Shan Wang dijual sekitar 12 dolar Singapura per kilogram di beberapa kios, tetapi kualitasnya dinilai kurang baik.
"Saya lebih memilih membayar sedikit lebih mahal untuk mendapatkan durian berkualitas daripada membeli dalam jumlah besar dengan kualitas yang belum tentu bagus," kata Mr Chia kepada The Straits Times. (*)
Editor : Efprizan