PONTIANAK POST - Kinerja Bank Mandiri terus menunjukkan tren positif pada lima bulan pertama 2026.
Pertumbuhan laba, kredit, dan dana masyarakat menjadi penopang utama, seiring meningkatnya pemanfaatan layanan digital.
Dilansir dari Jawapos, hingga akhir Mei 2026, bank berkode saham BMRI tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp23,3 triliun atau tumbuh 18,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Baca Juga: Direktur Utama Bank Mandiri Taspen: Masa Pensiun Tetap Bisa Produktif dan Bermakna
"Kinerja ini merupakan hasil dari eksekusi strategi yang terukur dan konsisten di seluruh lini bisnis, dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan penuh kehati-hatian untuk menjaga pertumbuhan tetap sehat dalam jangka panjang," ujar Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, Minggu (28/6).
Kredit dan aset tumbuh dua digit
Sejalan dengan pertumbuhan laba, total aset Bank Mandiri meningkat 20 persen menjadi Rp2.306 triliun hingga akhir Mei 2026.
Baca Juga: Industri Perbankan Tetap Solid, OJK Soroti Risiko PHK dan Inflasi terhadap Kredit
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 20,6 persen menjadi Rp1.580 triliun.
"Pembiayaan disalurkan ke berbagai sektor produktif, mulai dari hilirisasi industri hingga UMKM yang dinilai menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus pencipta lapangan kerja," imbuhnya.
Dana masyarakat terus meningkat
Penghimpunan dana masyarakat juga mencatatkan pertumbuhan positif. Total dana pihak ketiga (DPK) naik 22 persen menjadi Rp1.716 triliun.
Baca Juga: PGN Tebar Dividen Jumbo Rp3,04 Triliun, 80 Persen Laba Tahun 2025 Dibagikan ke Pemegang Saham
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh dana murah (current account saving account/CASA), dengan saldo giro mencapai Rp664 triliun dan tabungan sebesar Rp559 triliun.
Layanan digital dorong transaksi
Novita menjelaskan, penguatan DPK tidak terlepas dari meningkatnya penggunaan layanan digital Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri.
Menurutnya, kedua platform tersebut tidak hanya mendorong kenaikan volume transaksi digital, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi.
"Melalui sinergi integrasi ekosistem Bank Mandiri yang menghubungkan layanan digital, jaringan distribusi, dan pembiayaan produktif, kami berkomitmen untuk terus hadir bagi seluruh lapisan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya. (*)
Editor : Chairunnisya