PONTIANAK POST - Musim panen raya durian di Kalimantan tahun ini membawa berkah tersendiri bagi petani, pedagang, hingga pelaku usaha kuliner di berbagai daerah.
Melimpahnya pasokan membuat durian lokal lebih mudah dijangkau masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga di sentra-sentra penghasil.
Warga Sukadana Sambut Musim Panen
Pertengahan Juni 2026, warga Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mulai menyambut datangnya musim durian dengan harapan hasil panen melimpah dan harga tetap stabil di pasaran.
Baca Juga: Tsunami Durian Sampai Agustus, Harga Musang King Anjlok 90 Persen
Momentum ini menjadi penanda dimulainya rangkaian panen raya durian di wilayah Kalbar tahun 2026.
Petani Lokal Tetap Panen Berkah di Tengah Anjloknya Harga Musang King
Meski harga durian premium Musang King asal Malaysia sedang anjlok akibat fenomena tsunami durian di negara tersebut, petani durian lokal di Kayong Utara justru tetap menikmati musim panen mereka sendiri.
Buah lokal tetap laris dijual hingga ke Kabupaten Ketapang, bahkan sebagian hasil panen diolah menjadi produk bernilai tambah untuk memperpanjang masa jual dan meningkatkan pendapatan petani.
Baca Juga: 5 Fakta Durian Musang King, Raja Durian Pasar Ekspor yang Harganya Kini Anjlok
Pemerintah Daerah Dorong Pengembangan Varietas Unggul
Dalam laporan Antara (9/1/2025), Pemerintah daerah turut berperan mendorong nilai ekonomi durian lokal lebih dari sekadar komoditas musiman.
Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, misalnya, rutin menggelar Kontes Durian Lokal untuk menemukan varietas unggul khas daerah yang nantinya diharapkan bisa didaftarkan ke Kementerian Pertanian, sekaligus sebagai upaya menahan gempuran buah impor ke pasar lokal.
Perputaran Ekonomi dari Kebun hingga Meja Konsumen
Dari sentra kebun di pedalaman, melalui jalur distribusi antarkabupaten bahkan antarprovinsi, hingga sampai ke lapak-lapak pedagang di kota, musim panen raya durian menggerakkan rantai ekonomi lokal.
Ia turut melibatkan petani, pedagang musiman, dan pemerintah daerah yang turut mendorong hilirisasi produk.
Pola ini memperlihatkan bahwa durian bukan sekadar buah musiman, melainkan komoditas yang punya andil nyata dalam menopang perekonomian masyarakat Kalimantan setiap kali musim panen tiba. (*)
Editor : Miftahul Khair