PONTIANAK POST - Durian selama ini identik dengan buah musiman yang selalu diburu pecintanya.
Namun, di balik tingginya nilai jual buah tersebut, tersimpan potensi lain yang kini mulai dikembangkan berbagai daerah, yakni menjadikan durian sebagai daya tarik wisata.
Melalui konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk membeli atau menikmati durian, tetapi juga merasakan pengalaman berwisata di kawasan perkebunan maupun hutan yang menjadi habitat pohon durian.
Dampaknya, manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat menjadi lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan penjualan buah.
Wisata Durian Buka Peluang Ekonomi Baru
Pengembangan wisata berbasis durian dinilai mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.
Kehadiran wisatawan tidak hanya menguntungkan petani durian, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pedagang makanan, pelaku UMKM, pemandu wisata, penyedia transportasi, hingga pengelola penginapan.
Dengan demikian, durian tidak lagi dipandang semata sebagai komoditas pertanian, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Baca Juga: Tsunami Durian Sampai Agustus, Harga Musang King Anjlok 90 Persen
Tahura Bukit Benyawai Jadi Contoh Pengembangan
Salah satu contoh pengembangan wisata berbasis durian dilakukan di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Benyawai, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Pada laporan Antara (30/6), Pemerintah daerah memanfaatkan keberadaan pohon-pohon durian di kawasan konservasi tersebut sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Saat musim panen tiba, pengunjung tidak hanya dapat menikmati panorama hutan, jalur trekking, dan suasana alam, tetapi juga merasakan pengalaman menyantap durian langsung dari kawasan yang masih asri.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa kawasan konservasi tidak hanya berfungsi menjaga kelestarian alam, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.
Perpaduan Agrowisata dan Ekowisata
Wisata durian tidak lagi hanya menawarkan pengalaman menikmati buah segar saat musim panen. Di sejumlah daerah, konsep ini berkembang menjadi perpaduan antara agrowisata dan ekowisata.
Wisatawan dapat menikmati hasil perkebunan sekaligus mengeksplorasi kawasan yang tetap menjaga kelestarian alam.
Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi kawasan perkebunan maupun hutan.
Baca Juga: 5 Fakta Durian Musang King, Raja Durian Pasar Ekspor yang Harganya Kini Anjlok
Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, pengembangan wisata durian juga mendorong masyarakat untuk mempertahankan kebun produktif dan menjaga ekosistem sebagai aset wisata yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (2025) disebutkan bahwa agrowisata durian berpotensi meningkatkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani dan UMKM serta pengelolaan potensi daerah secara berkelanjutan.
Indonesia Punya Modal Besar Mengembangkan Wisata Durian
Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah durian yang sangat besar. Berbagai penelitian menyebutkan Indonesia merupakan salah satu pusat keragaman durian di dunia dengan beragam spesies dan varietas lokal yang tersebar di berbagai wilayah.
Kekayaan tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan hortikultura sekaligus wisata berbasis buah lokal.
Baca Juga: Pikap Pengangkut Durian Terbalik di Anjongan Mempawah, Satu Penumpang Meninggal Dunia
Selain menawarkan pengalaman menikmati buah segar langsung dari pohonnya, daerah juga dapat mengembangkan wisata petik durian, festival durian, edukasi budidaya, hingga promosi produk olahan berbahan dasar durian sebagai daya tarik tambahan.
Journal Research Ilmu Pertanian (2025) menunjukkan pengembangan agrowisata durian mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang tepat, durian tidak lagi hanya menjadi komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga dapat menjadi penggerak pariwisata berbasis alam.
Konsep tersebut membuka peluang bagi daerah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara istiqamah. (*)
Editor : Miftahul Khair