Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Calon Pekerja Migran Kalbar Ikut Seleksi Kerja ke Korea Selatan, Diminta Perkuat Keterampilan dan Bahasa Supaya Lolos

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 6 Juli 2026 | 22:41 WIB
Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Ahnas memberikan arahan kepada peserta Skill Test UBT Umum Sektor Perikanan program Government to Government (G-to-G) Korea Selatan di Semarang, Minggu (5/7/2026). KP2MI mendorong calon pekerja migran Indonesia meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan bahasa Korea, dan kesiapan mental agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Ahnas memberikan arahan kepada peserta Skill Test UBT Umum Sektor Perikanan program Government to Government (G-to-G) Korea Selatan di Semarang, Minggu (5/7/2026). KP2MI mendorong calon pekerja migran Indonesia meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan bahasa Korea, dan kesiapan mental agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

 

PONTIANAK POST – Calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Kalimantan Barat turut bersaing memperebutkan peluang bekerja di Korea Selatan melalui program Government to Government (G-to-G). Mereka menjadi bagian dari 1.063 peserta yang mengikuti Skill Test UBT Umum Sektor Perikanan sebagai tahapan seleksi penempatan tenaga kerja di negara tersebut.

Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Ahnas, mengatakan para peserta tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus terus meningkatkan kemampuan berbahasa Korea dan kesiapan mental agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

"Jangan hanya mengikuti skill test lalu berhenti belajar. Terus tingkatkan kemampuan di bidang perikanan dan penguasaan bahasa. Kalau sekarang belum bisa, mulai sekarang terus belajar bahasanya," kata Ahnas, Minggu (5/7).

CPMI Kalbar Bersaing dengan Peserta dari 16 Negara

Menurut Ahnas, peluang bekerja di Korea Selatan terbuka, tetapi persaingannya tidak mudah. Calon pekerja migran Indonesia harus bersaing dengan peserta dari 16 negara yang juga mengikuti skema penempatan tenaga kerja ke Korea Selatan.

Karena itu, peningkatan kompetensi teknis di sektor perikanan menjadi salah satu faktor penting untuk memperbesar peluang lolos seleksi.

"Kita bersaing dengan 16 negara yang juga menempatkan pekerjanya ke Korea Selatan. Artinya, mulai sekarang harus terus berjuang meningkatkan kemampuan, khususnya di bidang perikanan," ujarnya.

Peserta dari Kalbar Tunjukkan Minat Tinggi

KP2MI mencatat peserta Skill Test tahun ini berasal dari 20 provinsi, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sumatra, dan sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

Keikutsertaan peserta dari Kalbar mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri melalui jalur resmi pemerintah. Skema G-to-G dinilai memberikan perlindungan yang lebih baik karena seluruh proses penempatan dilakukan melalui kerja sama antarpemerintah.

Mental dan Profesionalisme Jadi Bekal

Selain kemampuan teknis dan bahasa, KP2MI menilai kesiapan mental menjadi bekal penting bagi calon pekerja migran. Sikap profesional, disiplin, serta kemampuan beradaptasi menjadi faktor yang turut menentukan keberhasilan selama bekerja di luar negeri.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat yang berminat bekerja di Korea Selatan, peningkatan kompetensi sejak dini dinilai menjadi modal utama untuk bersaing di pasar kerja internasional. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#CPMI Kalimantan Barat #pekerja migran Korea Selatan #Skill Test G-to-G Korea #seleksi pekerja migran sektor perikanan #KP2MI