Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

DIB Hadirkan Pilihan Baru bagi Nelayan Pelapis Lewat Jaring Insang dan Pancing Rawai

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 7 Juli 2026 | 10:35 WIB
Nelayan berfoto dengan staf CSR PT Dharma Inti Bersama setelah penyerahan bantuan alat tangkap ikan berupa jaring insang di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara, Juli 2026. DIB juga memberikan bantuan kepada kelompok nelayan berupa pancing rawai.
Nelayan berfoto dengan staf CSR PT Dharma Inti Bersama setelah penyerahan bantuan alat tangkap ikan berupa jaring insang di Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, Kayong Utara, Juli 2026. DIB juga memberikan bantuan kepada kelompok nelayan berupa pancing rawai.

 

PONTIANAK POST – Ketergantungan nelayan Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, terhadap alat tangkap kelong perlahan mulai berkurang. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT Dharma Inti Bersama (DIB) menghadirkan pilihan baru berupa jaring insang dan pancing rawai yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Suasana berbeda terlihat di Desa Pelapis saat sejumlah nelayan berkumpul merakit jaring insang yang baru mereka terima. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan alat tangkap, tetapi juga menjadi solusi ketika cuaca atau kondisi laut tidak memungkinkan menggunakan metode penangkapan yang selama ini diandalkan.

PT DIB menyalurkan bantuan berupa jaring insang dan 2.500 mata kail pancing rawai lengkap kepada kelompok nelayan melalui Program Perikanan Tangkap CSR perusahaan.

External Relation Manager PT Dharma Inti Bersama, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bantuan tersebut disalurkan setelah perusahaan melakukan komunikasi dan identifikasi kebutuhan bersama kelompok nelayan di Desa Pelapis.

"Program ini bukan sekadar memberikan bantuan alat tangkap, tetapi menghadirkan alternatif yang dapat dimanfaatkan sesuai kondisi di lapangan. Selama ini sebagian besar nelayan masih bergantung pada kelong. Kami berharap jaring insang maupun pancing rawai dapat menjadi pilihan tambahan untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan," ujarnya.

Menurut Sugeng, diversifikasi alat tangkap menjadi penting mengingat kondisi cuaca di wilayah kepulauan sering berubah sehingga tidak semua metode penangkapan dapat digunakan setiap saat.

Nelayan Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, kayong Utara, merakit jaring insang dari program CSR PT Dharma Inti Bersama.
Nelayan Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, kayong Utara, merakit jaring insang dari program CSR PT Dharma Inti Bersama.

 

Dengan memiliki lebih banyak pilihan alat tangkap, nelayan diharapkan tetap dapat melaut dan memperoleh penghasilan meskipun menghadapi kondisi perairan yang berbeda.

Ia juga mengingatkan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta tidak dipindahtangankan atau diperjualbelikan.

"Kami juga berharap nelayan memberikan masukan mengenai manfaat bantuan ini. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat selanjutnya," katanya.

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen PT DIB dalam mendukung masyarakat di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pengembangan kawasan hilirisasi dan industrialisasi bauksit terintegrasi.

Selain mengembangkan kawasan industri, perusahaan menyatakan ingin memastikan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaat pembangunan melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Ketua Kelompok Nelayan penerima bantuan jaring insang, Hamsyah, mengaku bersyukur karena kelompoknya kini memiliki alternatif alat tangkap selain kelong.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Dulu kami hanya mengandalkan kelong. Sekarang kami punya pilihan lain dengan jaring insang sehingga peluang mendapatkan hasil tangkapan menjadi lebih besar," ujarnya.

Ia juga menilai komunikasi antara masyarakat dan perusahaan semakin terbuka.

"Kalau ada kebutuhan atau usulan, sekarang ada tempat untuk menyampaikan. Kami merasakan perusahaan benar-benar hadir bersama masyarakat," katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Nelayan penerima bantuan pancing rawai, Sandi. Menurutnya, bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan nelayan yang selama ini menginginkan alternatif alat tangkap ketika kondisi cuaca berubah.

Nelayan Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, kayong Utara, merakit jaring insang dari program CSR PT Dharma Inti Bersama.
Nelayan Desa Pelapis, Kepulauan Karimata, kayong Utara, merakit jaring insang dari program CSR PT Dharma Inti Bersama.

 

"Kami berterima kasih kepada CSR DIB. Selama ini kami lebih banyak menggunakan kelong, sekarang bisa mencoba metode lain dengan pancing rawai. Bantuan ini memang sesuai dengan usulan kami," ujarnya.

Selain program perikanan tangkap, PT DIB juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Pelapis pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Perusahaan berharap seluruh program tersebut mampu meningkatkan kemandirian masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#bantuan jaring #pulau penebang #DIB #CSR #PT Dharma Inti Bersama