PONTIANAK POST – BRICS terus memperkuat upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan mengembangkan sistem pembayaran dan mekanisme transaksi lintas negara. Langkah tersebut dinilai membuka peluang lahirnya alternatif baru dalam perdagangan internasional, termasuk melalui pemanfaatan teknologi pembayaran digital.
Ekonom Inggris Jim O'Neill menilai gagasan BRICS membangun sistem keuangan alternatif kini semakin realistis dibanding beberapa tahun lalu. Menurutnya, perkembangan teknologi pembayaran digital menjadi salah satu faktor yang mempercepat peluang tersebut.
Pembayaran Digital Dorong Perubahan Sistem Keuangan
Mengutip Reuters, Jim O'Neill mengatakan sekitar 18 bulan lalu gagasan BRICS membangun kendaraan keuangan alternatif masih dianggap sulit diwujudkan.
"Sekitar 18 bulan lalu saya akan mengatakan ide negara-negara BRICS menciptakan kendaraan keuangan alternatif adalah fantasi. Kini situasinya mulai berubah," ujarnya.
Menurut O'Neill, transformasi teknologi pembayaran membuka ruang bagi negara-negara berkembang untuk membangun mekanisme transaksi yang tidak sepenuhnya bergantung pada sistem berbasis dolar AS.
Dedolarisasi Masih Berada pada Tahap Awal
Meski demikian, O'Neill mengingatkan proses dedolarisasi masih memerlukan waktu. Hingga kini, dolar AS tetap menjadi mata uang cadangan terbesar dunia sekaligus alat pembayaran utama dalam perdagangan internasional.
Dominasi tersebut juga masih terlihat pada cadangan devisa bank-bank sentral di berbagai negara, sehingga perubahan menuju sistem alternatif diperkirakan berlangsung secara bertahap.
BRICS Kembangkan Beragam Sistem Pembayaran
Dalam beberapa tahun terakhir, BRICS mulai mengembangkan berbagai infrastruktur pembayaran lintas negara.
Inisiatif tersebut antara lain melalui BRICS Pay, integrasi sistem pembayaran nasional seperti UPI milik India, CIPS dari Tiongkok, serta PIX dari Brasil. Selain itu, negara-negara anggota juga membahas pemanfaatan Central Bank Digital Currency (CBDC) untuk mempermudah transaksi lintas batas.
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi pembayaran internasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan yang selama ini didominasi dolar AS.
New Development Bank Jadi Capaian Konkret BRICS
O'Neill menilai pengaruh BRICS selama ini lebih banyak bersifat simbolis dalam mendorong perubahan tata kelola ekonomi global.
Meski begitu, kelompok tersebut telah mencatat capaian penting melalui pembentukan New Development Bank, yang menjadi lembaga pembiayaan bersama bagi negara-negara anggota.
Ke depan, keberhasilan sistem pembayaran alternatif akan sangat bergantung pada tingkat adopsi negara anggota serta kepercayaan pelaku pasar internasional terhadap mekanisme baru tersebut.
FAQ
Apakah BRICS akan menciptakan mata uang baru?
Hingga kini BRICS lebih berfokus pada pengembangan sistem pembayaran lintas negara dan pemanfaatan mata uang nasional maupun mata uang digital. Belum ada keputusan resmi mengenai peluncuran satu mata uang bersama.
Mengapa BRICS ingin mengurangi penggunaan dolar AS?
Tujuannya antara lain memperkuat kemandirian sistem pembayaran, menekan biaya transaksi lintas negara, serta mengurangi ketergantungan pada mata uang tunggal dalam perdagangan internasional.
Apakah dolar AS akan tergantikan dalam waktu dekat?
Belum. Menurut para ekonom, dolar AS masih mendominasi cadangan devisa dan transaksi global sehingga proses dedolarisasi diperkirakan berlangsung secara bertahap.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro