Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Presiden Prabowo Dorong Kebangkitan Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Desa dan Nasional

Rafael B. Junior • Senin, 13 Juli 2026 | 09:43 WIB
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumen utama untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus mencegah keuntungan ekonomi hanya dinikmati segelintir pihak. Pemerintah menargetkan kebangkitan koperasi dimulai dari desa agar perputaran uang tetap berada di masyarakat dan mendorong pemerataan kesejahteraan.

Saat membuka Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, Prabowo menegaskan koperasi harus menjadi kekuatan baru dalam perekonomian nasional.

Menurutnya, model ekonomi berbasis koperasi akan memastikan nilai tambah dari aktivitas ekonomi tidak terus mengalir keluar daerah, melainkan kembali kepada petani, nelayan, buruh, dan masyarakat desa.

Baca Juga: Prabowo Dorong Koperasi Kuasai Industri Sawit hingga CPO

"Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia, kekuatan ekonomi yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia," ujar Prabowo.

Presiden menilai selama ini masih terdapat ketimpangan dalam distribusi manfaat pembangunan. Kekayaan yang dihasilkan masyarakat, kata dia, belum sepenuhnya kembali untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di tingkat akar rumput.

Karena itu, pemerintah mendorong penguatan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa hingga kabupaten sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata.

Meski menjadikan koperasi sebagai prioritas, Prabowo menegaskan pemerintah tidak sedang menggeser peran pelaku usaha lain. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh kekuatan ekonomi nasional.

Baca Juga: BI Sebut Bali Butuh Kereta Api untuk Percepat Pemerataan Ekonomi

"Saya ingatkan, kita tidak anti perusahaan besar. Karena Indonesia ini negara besar, kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD. Kita butuh semuanya," katanya.

Ia menjelaskan pemerintah mengusung konsep Indonesia Incorporated, yakni sinergi antara koperasi, UMKM, perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD agar masing-masing sektor saling menguatkan, bukan saling bersaing.

Prabowo juga mengingatkan koperasi merupakan amanat para pendiri bangsa sebagai sokoguru perekonomian nasional. Karena itu, revitalisasi koperasi harus berjalan seiring dengan penguatan sektor usaha lainnya.

"Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. Kita perkuat semuanya. Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit dan mampu memperkuat seluruh kekuatan ekonomi di republik ini," tegasnya. (ant)

Editor : Rafael B. Junior
#pemerataan kesejahteraan #Ekonomi #prabowo #Koperasi Desa