Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kalbar Borong 8 Penghargaan FESyar KTI 2026, Wakili Kawasan Timur Indonesia di ISEF

Uray Ronald • Selasa, 14 Juli 2026 | 23:20 WIB
Kalbar memborong delapan penghargaan pada ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Antara/Humas BI Kalbar)
Kalbar memborong delapan penghargaan pada ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Antara/Humas BI Kalbar)

 

PONTIANAK POST– Kalimantan Barat memborong delapan penghargaan pada ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 10–12 Juli 2026.

Capaian tersebut mengantarkan Kalbar menjadi salah satu daerah yang akan mewakili Kawasan Timur Indonesia pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan prestasi tersebut diraih pada berbagai kategori kompetisi, mulai dari kuliner halal, fesyen muslim, ekonomi syariah, pengelolaan wakaf, hingga konten digital.

"Prestasi tersebut diraih pada berbagai kategori kompetisi mulai dari kuliner halal, fesyen muslim, ekonomi syariah, hingga pengelolaan wakaf dan konten digital yang diselenggarakan pada 10-12 Juli 2026," kata Doni kepada Antara, Selasa (14/7).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang semakin kuat serta berdaya saing di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Jelang Wajib Sertifikasi Halal 2026, Pemkab Kubu Raya Data 39 Ribu UMKM, Baru Kurang dari 30 Persen Tersertifikasi

Kalbar Dominasi Halal Chef Competition

Pada Halal Chef Competition (HCC), Kalimantan Barat mendominasi kompetisi dengan meraih tiga penghargaan.

Eko Hedrawan berhasil meraih Juara I kategori profesional, Elpidius Ricky menjadi Juara I kategori umum, sedangkan Islandi meraih Juara III kategori pesantren.

Keberhasilan tersebut memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu daerah unggulan dalam pengembangan industri kuliner halal di Kawasan Timur Indonesia.

Desainer dan Pelajar Kalbar Turut Berprestasi

Prestasi juga diraih pada Modest Fashion Designer Competition (MFDC). Desainer Jazila dari BornNeo berhasil meraih Juara I kategori profesional, sementara Riza Fibula memperoleh Juara III kategori pelajar.

Di bidang literasi ekonomi syariah, SMAN 3 Pontianak meraih Juara III Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) tingkat Kawasan Timur Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan potensi generasi muda Kalimantan Barat dalam memahami dan mengembangkan ekonomi syariah.

Baca Juga: BPJPH: Indonesia Siap Jadi Pusat Ekonomi Halal Dunia, Saatnya Implementasi Kewajiban Sertifikasi Halal

Wakaf Produktif dan Konten Digital Raih Penghargaan

Pada kategori Program ZISWAF, Baitulwaqaf Munzalan Indonesia berhasil meraih Juara II kategori wakaf melalui pengembangan wakaf produktif yang berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Fadilla Amarti Pratiwi meraih Juara I Lomba Konten Syariah, yang dinilai mencerminkan kreativitas generasi muda Kalimantan Barat dalam menyebarluaskan nilai-nilai ekonomi dan keuangan syariah melalui platform digital.

Wakili Kawasan Timur Indonesia di ISEF 2026

Doni mengatakan, berkat capaian tersebut, Kalimantan Barat akan mewakili Kawasan Timur Indonesia pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.

Perwakilan Kalbar akan mengikuti ISEF melalui kategori Halal Chef Competition profesional, umum, dan pesantren, serta Modest Fashion Designer Competition kategori profesional.

"Berkat capaian tersebut, Kalimantan Barat akan mewakili Kawasan Timur Indonesia pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta melalui kategori Halal Chef Competition profesional, umum, dan pesantren, serta partisipasi pemenang Modest Fashion Designer Competition kategori profesional," ujar Doni.

Baca Juga: Gubernur Norsan Desak Percepatan Pengembangan Ekonomi Syariah di Kalimantan Barat

FESyar Dorong Penguatan Ekonomi Syariah

FESyar KTI 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital" dan diikuti oleh 22 provinsi dari wilayah Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Menurut Doni, prestasi tersebut menunjukkan bahwa sektor kuliner halal dan modest fashion Kalimantan Barat memiliki daya saing tinggi di tingkat regional serta menjadi modal penting untuk bersaing di tingkat nasional.

"Bank Indonesia Kalimantan Barat menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa sektor kuliner halal dan modest fashion Kalimantan Barat memiliki daya saing tinggi di tingkat regional sekaligus menjadi modal penting untuk bersaing pada tingkat nasional melalui ajang ISEF 2026 di Jakarta," kata Doni.

Bank Indonesia terus memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga pilar utama, yakni penguatan ekosistem halal, penguatan keuangan syariah, dan penguatan literasi ekonomi syariah.

Berbagai program dijalankan melalui pengembangan halal value chain, pendampingan UMKM halal, perluasan akses pembiayaan syariah, edukasi gaya hidup halal, serta kolaborasi dengan pesantren, sekolah, dan komunitas.

Berdasarkan Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat Februari 2026 yang diterbitkan Bank Indonesia, pembiayaan perbankan syariah di provinsi ini tumbuh 5,89 persen (year on year) pada triwulan IV 2025. 

Meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 7,68 persen, pertumbuhan tersebut menunjukkan sektor keuangan syariah di Kalimantan Barat tetap berkembang dan menjadi salah satu pendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah.

Di sisi lain, data BPJPH menunjukkan baru 9.168 pelaku usaha di Kalimantan Barat yang memiliki sertifikat halal, dari total lebih dari 280 ribu pelaku usaha. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mempercepat sertifikasi halal bagi UMKM.

Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang mengoordinasikan percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara nasional.*

Editor : Uray Ronald
FESyar KTI 2026 ekonomi syariah Kalbar ISEF 2026 penghargaan Kalbar Bank Indonesia Kalbar