Kubu Raya Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Sarawak Lewat Perdagangan dan Industri Halal

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 23:33 WIB
Bupati Sujiwo menghadiri ramah tamah di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Malaysia, Selasa (21/7/2026). (Prokopim Kubu Raya)
Bupati Sujiwo menghadiri ramah tamah di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Malaysia, Selasa (21/7/2026). (Prokopim Kubu Raya)

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya memperkuat kerja sama ekonomi dengan Sarawak, Malaysia, melalui pengembangan perdagangan, kewirausahaan, dan industri halal. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

"Kita berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pertemuan, tetapi ada tindak lanjut konkret yang bisa memberikan manfaat bagi Kubu Raya," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo saat menghadiri ramah tamah bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Sarawak, Malaysia, Selasa (21/7).

Baca Juga: Kubu Raya Diundang Ikut BIHAS 2026 untuk Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional

BIHAS 2026 Jadi Momentum Perluas Pasar

Sujiwo berada di Kuching memenuhi undangan Kementerian Perdagangan Antarabangsa, Industri dan Pelaburan Sarawak untuk menghadiri Borneo International Halal Showcase (BIHAS) 2026 yang berlangsung pada 21–23 Juli 2026.

Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum strategis bagi Kubu Raya untuk membuka akses pasar, menarik investasi, sekaligus menjalin kerja sama usaha dengan Sarawak maupun wilayah lainnya.

Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan kapasitas kewirausahaan, promosi perdagangan, serta penguatan industri halal yang memiliki prospek pasar luas di tingkat regional.

Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Terima Delegasi Sarawak, Perkuat Kerja Sama Industri Halal dan Konektivitas Perbatasan

Minta OPD Segera Tindak Lanjuti Peluang Kerja Sama

Sujiwo meminta seluruh perangkat daerah yang mendampinginya selama kunjungan kerja segera menindaklanjuti berbagai peluang yang diperoleh dalam forum perdagangan dan investasi internasional tersebut.

"Teman-teman perangkat daerah terkait harus ada tindak lanjut, harus ada follow up. Tidak boleh berhenti hanya di tingkat seremonial," tegasnya.

Ia menekankan setiap kunjungan kerja harus menghasilkan langkah nyata yang dapat mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ketika kita sudah mengeluarkan energi, waktu, pikiran, dan anggaran, maka harus ada hasil yang bisa ditindaklanjuti," katanya.

Baca Juga: BPJPH: Indonesia Siap Jadi Pusat Ekonomi Halal Dunia, Saatnya Implementasi Kewajiban Sertifikasi Halal

Sarawak Dinilai Strategis bagi Produk Unggulan Kubu Raya

Menurut Sujiwo, kedekatan geografis antara Kubu Raya dan Sarawak menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah.

Ia menilai Sarawak berpotensi menjadi pintu masuk bagi pengembangan pasar berbagai produk unggulan Kubu Raya sekaligus memperluas jaringan perdagangan lintas batas.

Kerja sama tersebut juga diharapkan membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, serta menembus pasar regional.

Pemkab Dorong Kerja Sama yang Berdampak Ekonomi

Pemkab Kubu Raya menegaskan akan terus mengembangkan kerja sama yang bersifat produktif dengan berbagai pihak, termasuk Sarawak, sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian daerah.

Melalui kolaborasi di bidang perdagangan, kewirausahaan, dan industri halal, pemerintah berharap manfaat kerja sama dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia usaha di Kubu Raya.

Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Surati Pelaku UMKM, Percepat Sertifikasi Halal Jelang Kewajiban Berlaku Oktober 2026

Malaysia secara konsisten menjadi salah satu negara tujuan utama ekspor sekaligus asal impor bagi Kalimantan Barat. Kedekatan geografis dengan Sarawak menjadikan perdagangan lintas batas memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekspor-impor provinsi tersebut, terutama melalui pengembangan konektivitas logistik dan kawasan perbatasan

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kubu Raya, pemerintah daerah saat ini membina sekitar 39.000 pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) yang tersebar di sembilan kecamatan.

Dari jumlah tersebut, kurang dari 30 persen telah memiliki sertifikat halal, sehingga percepatan sertifikasi menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan daya saing produk dan memperluas akses pasar, termasuk pasar internasional seperti Sarawak, Malaysia.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Sujiwo Bupati Kubu Raya Kubu Raya Sarawak BIHAS 2026 industri halal Kubu Raya kerja sama ekonomi Malaysia