Hore Pertamax Berpeluang Turun, Lagi Dihitung Bahlil

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Antara)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. 

 

PONTIANAK POST – Kabar baik bagi pengguna kendaraan pribadi. Pemerintah membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, setelah tren harga minyak dunia memberi ruang untuk melakukan evaluasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah segera menghitung kemungkinan penyesuaian harga bersama PT Pertamina (Persero) dan badan usaha penyedia BBM swasta.

“Ketika harga minyak dunia turun, kita akan melakukan penyesuaian,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (21/7).

Masih Tunggu Perhitungan Harga

Meski peluang penurunan harga terbuka, pemerintah belum mengambil keputusan final.

Bahlil mengatakan pergerakan harga minyak dunia masih mengalami fluktuasi sehingga diperlukan perhitungan yang tepat agar kebijakan tidak merugikan masyarakat maupun pelaku usaha sektor energi.

Menurut dia, pemerintah ingin mencari formula yang mampu menjaga keseimbangan antara harga BBM yang terjangkau dan keberlanjutan industri migas.

“Dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, tidak memberatkan masyarakat pengguna BBM nonsubsidi, tetapi juga tidak membebani pelaku usaha,” katanya.

Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax selama ini mengikuti mekanisme penyesuaian berdasarkan sejumlah faktor, termasuk harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan biaya distribusi.

Impor Minyak Rusia Tambah Cadangan Energi

Selain membuka peluang penyesuaian harga, pemerintah juga memastikan pasokan energi nasional tetap aman.

Indonesia telah merealisasikan impor minyak mentah dari Rusia sebanyak 770 ribu barel. Impor tersebut menjadi tahap awal dari kerja sama kedua negara yang disepakati pada April 2026.

Pengiriman minyak dilakukan melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Bahlil menegaskan, keputusan membeli minyak dari Rusia tidak berkaitan dengan kepentingan politik, melainkan bagian dari strategi memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Indonesia menjalankan politik bebas aktif. Yang penting kebutuhan energi nasional terpenuhi dan tidak melanggar aturan,” ujarnya.

Harga Minyak Masih Bergerak Naik-Turun

Meski sempat mengalami penurunan, harga minyak mentah dunia masih bergerak dinamis dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak tercatat sebesar USD80,97 per barel pada Selasa (14/7). Harga kemudian turun menjadi USD79,49 per barel pada Kamis (16/7), sebelum kembali naik hingga USD83,49 per barel pada Selasa (21/7).

Fluktuasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan harga BBM nonsubsidi.

Harga Minyak Rusia Disebut Lebih Kompetitif

Bahlil belum membuka nilai pembelian minyak mentah dari Rusia. Namun, ia memastikan harga yang diperoleh Indonesia lebih kompetitif dibandingkan opsi lainnya.

“Yang jelas harganya lebih baik,” katanya.

Pemerintah berharap kombinasi strategi pengamanan pasokan dan efisiensi biaya energi dapat menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Jika tren harga minyak dan hasil perhitungan pemerintah mendukung, penurunan harga BBM nonsubsidi berpotensi menjadi kabar positif bagi konsumen dalam waktu dekat. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
impor minyak Rusia harga bbm nonsubsidi bahlil lahadalia harga minyak dunia Pertamax Turun