Bandara Singkawang Bidik Rute Baru ke Yogyakarta dan Surabaya, Minta Tambah Apron

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 22:10 WIB
ILUSTRASI: Penampakan kawasan Bandar Udara Singkawang dari citra udara.
ILUSTRASI: Penampakan kawasan Bandar Udara Singkawang dari citra udara.

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang mengusulkan penambahan apron Bandara Singkawang kepada Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kapasitas operasional bandara. Usulan itu dinilai mendesak karena fasilitas parkir pesawat yang tersedia saat ini hanya satu unit, sementara pemerintah daerah juga mengajukan pembukaan rute penerbangan reguler menuju Yogyakarta dan Surabaya guna memperkuat konektivitas Kalimantan Barat.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan keterbatasan apron membuat operasional bandara belum optimal ketika dua pesawat datang dalam waktu bersamaan.

"Bandara Singkawang saat ini baru memiliki satu apron. Jika dua pesawat datang dalam waktu bersamaan, salah satunya harus menunggu hingga apron kosong," ujarnya saat Ngopi Morning Bersama Media di Singkawang, Jumat (24/7).

Harapan Warga: Bandara Mampu Melayani Lebih Banyak Penerbangan

Menurut Tjhai Chui Mie, kapasitas apron menjadi kendala utama dalam pengembangan Bandara Singkawang. Kondisi tersebut dapat menghambat pelayanan apabila frekuensi penerbangan meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong pembangunan apron tambahan agar operasional maskapai lebih efisien dan waktu tunggu pesawat dapat ditekan.

Dampaknya, masyarakat berpeluang memperoleh lebih banyak pilihan jadwal penerbangan sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan udara.

Apron merupakan salah satu faktor yang menentukan kapasitas sisi udara bandara. Selama hanya tersedia satu apron, fleksibilitas operasional menjadi terbatas karena pesawat yang datang hampir bersamaan harus menunggu giliran parkir. Kondisi ini dapat memengaruhi ketepatan jadwal penerbangan dan menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan maskapai ketika mengevaluasi penambahan frekuensi atau pembukaan rute baru.

Rute Yogyakarta dan Surabaya Dinilai Strategis

Selain mengusulkan apron baru, Pemkot Singkawang mengajukan pembukaan rute reguler Singkawang–Yogyakarta dan Singkawang–Surabaya pulang pergi.

Menurut Tjhai Chui Mie, dua kota tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat, mulai dari pendidikan tinggi, layanan kesehatan, perdagangan hingga aktivitas bisnis.

"Kalau rute penerbangan bertambah, tentu fasilitas pendukung seperti apron dan area parkir pesawat juga harus ditingkatkan agar operasional bandara berjalan optimal," katanya.

Dampaknya, konektivitas udara yang lebih luas diperkirakan akan memangkas waktu perjalanan masyarakat dibandingkan harus transit melalui kota lain.

Usulan rute Singkawang–Yogyakarta dan Singkawang–Surabaya mengindikasikan upaya memperluas konektivitas Bandara Singkawang ke kota-kota dengan mobilitas antardaerah yang tinggi. Apabila disetujui, rute tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan penumpang pada penerbangan transit melalui bandara lain, sehingga waktu tempuh menjadi lebih efisien. Namun, realisasinya tetap bergantung pada hasil evaluasi Kementerian Perhubungan dan pertimbangan bisnis maskapai terhadap potensi permintaan pasar.

Usulan Berkali-kali Disampaikan ke Pemerintah Pusat

Pemkot Singkawang mengungkapkan proposal pengembangan bandara telah beberapa kali diajukan kepada Kementerian Perhubungan, baik pada masa menteri sebelumnya maupun kepada menteri yang kini menjabat.

Pemerintah daerah berharap usulan tersebut memperoleh dukungan karena Bandara Singkawang dipandang memiliki posisi strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah utara Kalimantan Barat.

Menurut Tjhai Chui Mie, peningkatan kapasitas bandara juga akan memperlancar distribusi barang, mempercepat mobilitas masyarakat, serta membuka peluang investasi baru.

Bandara Singkawang Terus Bertumbuh

Sejak mulai beroperasi, Bandara Singkawang menunjukkan perkembangan bertahap. Pada fase awal, penerbangan dilakukan melalui skema carter sebanyak 66 kali sebelum melayani penerbangan reguler sejak 22 Maret 2025.

Perkembangan tersebut menjadi indikator meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara di kawasan Singkawang dan sekitarnya.

Tjhai Chui Mie juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang berkontribusi dalam pembangunan bandara hingga akhirnya dapat melayani penerbangan komersial.

Penambahan apron menjadi salah satu prasyarat pengembangan Bandara Singkawang, tetapi belum menjamin hadirnya rute baru. Maskapai umumnya juga mempertimbangkan pertumbuhan jumlah penumpang, tingkat keterisian kursi (load factor), kesinambungan permintaan pasar, serta kesiapan fasilitas pendukung sebelum membuka atau menambah frekuensi penerbangan. Karena itu, pengembangan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan peningkatan permintaan layanan transportasi udara.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
apron Bandara Singkawang rute penerbangan Singkawang penerbangan Singkawang Yogyakarta penerbangan Singkawang Surabaya Bandara Singkawang