PONTIANAK POST – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat, Ignasius IK, menegaskan perkebunan rakyat memiliki peran strategis dalam menopang pembangunan sektor kelapa sawit di Kalimantan Barat. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kesejahteraan pekebun menjadi fokus utama pembangunan perkebunan ke depan.
Berdasarkan data tahun 2025, luas perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat mencapai 2.185.701,95 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 711.882,95 hektare merupakan perkebunan rakyat dengan total produksi mencapai 1.275.954,553 ton.
"Angka tersebut menunjukkan bahwa perkebunan rakyat memiliki peran yang sangat besar dalam menopang pembangunan sektor perkebunan di Kalbar. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan pekebun harus menjadi perhatian kita bersama," ujar Ignasius di Pontianak, kemarin.
Baca Juga: Pemprov Kalbar Dorong Hilirisasi Sawit Berbasis Legalitas Lahan Demi Cegah Konflik Sosial
Menurutnya, data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Karena itu, arah pembangunan perkebunan tidak lagi berorientasi pada perluasan areal tanam, melainkan pada peningkatan produktivitas, kualitas hasil, efisiensi usaha, serta penguatan sumber daya manusia.
"Keberhasilan pembangunan perkebunan sawit ke depan tidak lagi ditentukan oleh seberapa luas lahan yang dimiliki, tetapi oleh seberapa tinggi produktivitasnya, seberapa baik tata kelolanya, dan seberapa sejahtera pekebunnya," katanya.
Ignasius juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi sektor perkebunan sawit, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan, hingga regenerasi petani. Menurutnya, peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi investasi penting untuk menjawab tantangan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ignasius saat membuka Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Tahun 2026 di Pontianak. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan yang bertujuan meningkatkan kompetensi pekebun sawit di Kalimantan Barat.
Baca Juga: BPDP Latih 150 Pekebun Sawit Swadaya di Bengkayang
Ignasius mengapresiasi dukungan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang, serta Lembaga Pelatihan Mutu Institute yang telah berkolaborasi menyelenggarakan pelatihan tersebut.
"Pelatihan bukan sekadar memenuhi agenda tahunan. Lebih dari itu, pelatihan merupakan investasi pengetahuan yang akan menentukan masa depan perkebunan kelapa sawit kita," ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen mendorong pembangunan perkebunan yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Mari perkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia usaha, perguruan tinggi, penyuluh, dan para pekebun. Dengan semangat kebersamaan, saya optimistis Kalimantan Barat akan terus menjadi salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbaik di Indonesia," pungkasnya. (mse)
Editor : Miftahul Khair