Sawit Kalbar Masuk Babak Baru, Pemprov Fokus Tingkatkan Produktivitas dan SDM Pekebun Rakyat Berkelanjutan

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:57 WIB
Ilustrasi kegiatan yang menopang pembangunan sektor perkebunan di Kalbar. (BPDP)
Ilustrasi kegiatan yang menopang pembangunan sektor perkebunan di Kalbar. (BPDP)

PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai menempatkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai salah satu kunci utama dalam pembangunan sektor kelapa sawit.

Di tengah luas kebun sawit yang terus besar, arah kebijakan kini tidak lagi bertumpu pada penambahan areal tanam, melainkan pada produktivitas, tata kelola, dan kesejahteraan pekebun.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat, Ignasius IK, mengatakan perkebunan rakyat memegang peran strategis dalam menopang sektor sawit di daerah ini.

Baca Juga: Aspebindo Nilai Bioenergi Berbasis Kelapa Sawit Berpeluang Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional dan Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

Karena itu, pelatihan dinilai bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan perkebunan.

“Pelatihan bukan sekadar memenuhi agenda tahunan. Lebih dari itu, pelatihan merupakan investasi pengetahuan yang akan menentukan masa depan perkebunan kelapa sawit kita,” ujar Ignasius di Pontianak (24/7).

Perkebunan Rakyat Jadi Penopang

Berdasarkan data tahun 2025, luas perkebunan kelapa sawit di Kalbar mencapai 2.185.701,95 hektare. Dari total itu, sekitar 711.882,95 hektare merupakan perkebunan rakyat dengan produksi mencapai 1.275.954,553 ton.

Ignasius menyebut angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi pekebun rakyat dalam menopang pembangunan sektor perkebunan di Kalbar.

Baca Juga: Tak Terima Diputuskan, Pria di Ketapang Diduga Bunuh Mantan Pacar lalu Kuburkan Jasad di Kebun Sawit

Ia menekankan, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan pekebun harus menjadi perhatian bersama agar sektor sawit tetap memberi manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa perkebunan rakyat memiliki peran yang sangat besar dalam menopang pembangunan sektor perkebunan di Kalbar. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan pekebun harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Arah Pembangunan Bergeser

Ignasius menjelaskan, pembangunan perkebunan sawit ke depan tidak lagi bisa hanya diukur dari luas lahan. Menurutnya, yang lebih penting adalah produktivitas, kualitas hasil, efisiensi usaha, dan penguatan sumber daya manusia.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi sektor sawit, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, tuntutan keberlanjutan, hingga regenerasi petani. Dalam konteks itu, pelatihan budidaya sawit menjadi salah satu langkah untuk memperkuat daya saing pekebun.

“Keberhasilan pembangunan perkebunan sawit ke depan tidak lagi ditentukan oleh seberapa luas lahan yang dimiliki, tetapi oleh seberapa tinggi produktivitasnya, seberapa baik tata kelolanya, dan seberapa sejahtera pekebunnya,” ujarnya.

Pelatihan Budidaya Sawit 2026

Pernyataan tersebut disampaikan Ignasius saat membuka Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Tahun 2026 di Pontianak. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan yang bertujuan meningkatkan kompetensi pekebun sawit di Kalbar.

Baca Juga: Sawit Kalbar Tak Lagi Andalkan Perluasan Lahan, Pekebun Didorong Tingkatkan Produktivitas

Ignasius mengapresiasi dukungan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang, serta Lembaga Pelatihan Mutu Institute yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan agar peningkatan kapasitas pekebun tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi berdampak pada pengelolaan kebun dan hasil produksi di lapangan.

Sinergi untuk Sawit Berkelanjutan

Pemerintah Provinsi Kalbar, kata Ignasius, berkomitmen mendorong pembangunan perkebunan yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Komitmen itu ditempuh melalui kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia usaha, perguruan tinggi, penyuluh, dan pekebun.

“Mari perkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia usaha, perguruan tinggi, penyuluh, dan para pekebun. Dengan semangat kebersamaan, saya optimistis Kalimantan Barat akan terus menjadi salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbaik di Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Miftahul Khair
SDM Pekebun rakyat Badan Pengelola Dana Perkebunan produktivitas pemprov kalbar sawit