Pontianak Masuk Delapan Rute Prioritas Super Air Jet dari Bandara Husein Bandung

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 00:05 WIB
Suasana Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. ANTARA/HO-Kemenhub
Suasana Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. ANTARA/HO-Kemenhub

 

PONTIANAK POST – Peluang dibukanya kembali rute Pontianak Bandung semakin terbuka. Maskapai Super Air Jet resmi mengajukan Pontianak sebagai salah satu dari delapan rute prioritas yang akan dilayani setelah Bandara Husein Sastranegara, Bandung, kembali menerima penerbangan pesawat jet.

Rencana tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat Kalimantan Barat yang selama beberapa tahun terakhir harus transit melalui kota lain untuk bepergian ke Bandung. Jika seluruh proses perizinan dan persiapan operasional rampung, konektivitas udara antara Pontianak dan Jawa Barat diperkirakan akan semakin mudah sekaligus mendukung aktivitas bisnis, pendidikan, dan pariwisata.

Penerbangan perdana Super Air Jet di Bandara Singkawang Kalimantan Barat pada Kamis (16/1).
Penerbangan perdana Super Air Jet di Bandara Singkawang Kalimantan Barat pada Kamis (16/1).

Super Air Jet Ajukan Delapan Rute Baru

Corporate Communications Strategic Super Air Jet, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan maskapai mengusulkan delapan kota tujuan dari Bandara Husein Sastranegara, yakni Denpasar, Makassar, Balikpapan, Pontianak, Batam, Pekanbaru, Padang, dan Kualanamu.

Menurut Danang, seluruh rute tersebut masih berada dalam tahap persiapan perizinan dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan dan pengelola bandara. Frekuensi penerbangan juga masih akan disesuaikan dengan potensi permintaan pasar.

"Ada delapan kota atau bandara yang rencananya dihubungkan melalui Bandung Husein Sastranegara," ujar Danang.

Enam Maskapai Berebut Slot Operasional

Tidak hanya Super Air Jet, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat sedikitnya enam maskapai telah mengajukan permohonan beroperasi di Bandara Husein Sastranegara.

Selain Super Air Jet, terdapat Citilink, Garuda Indonesia, TransNusa, Scoot, dan Wings Air. InJourney Airports selanjutnya akan mengatur slot time penerbangan agar seluruh permintaan dapat disesuaikan dengan kapasitas bandara.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan respons maskapai terhadap rencana reaktivasi Bandara Husein cukup positif.

"Hingga saat ini enam maskapai telah mengajukan permohonan resmi untuk beroperasi," katanya.

Konektivitas Kalbar Berpotensi Meningkat

Masuknya Pontianak dalam daftar rute prioritas membuka peluang peningkatan konektivitas Kalimantan Barat dengan Jawa Barat.

Rute langsung diyakini akan memangkas waktu perjalanan yang selama ini banyak mengandalkan penerbangan transit. Kondisi tersebut juga berpotensi mendorong mobilitas pelaku usaha, mahasiswa, wisatawan, hingga masyarakat yang memiliki kepentingan keluarga di kedua daerah.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menyebut transportasi udara merupakan penggerak utama pertumbuhan ekonomi karena meningkatkan konektivitas antardaerah, memperlancar arus manusia dan barang, serta mendorong perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Sementara International Air Transport Association (IATA) menegaskan bahwa semakin baik konektivitas penerbangan suatu wilayah, semakin besar peluang terciptanya lapangan kerja, peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi melalui akses pasar yang lebih luas. Dengan demikian, pembukaan rute langsung seperti Pontianak–Bandung berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas bisnis dan sektor pariwisata di kedua daerah.

Bandara Husein Mulai Beroperasi Bertahap

Kementerian Perhubungan menargetkan Bandara Husein Sastranegara mulai kembali melayani pesawat jet secara bertahap mulai 17 Agustus 2026. Operasional penuh ditargetkan berlangsung pada 17 September 2026 setelah seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan memenuhi persyaratan.

Sebagai operator bandara, InJourney Airports juga tengah menyelesaikan peningkatan fasilitas sisi udara, termasuk runway, taxiway, apron, sistem keamanan, hingga kesiapan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7.

Peluang Pariwisata dan Bisnis

Apabila rute Pontianak–Bandung terealisasi, masyarakat Kalimantan Barat diperkirakan akan memperoleh akses perjalanan yang lebih efisien menuju salah satu pusat pendidikan, perdagangan, dan destinasi wisata di Indonesia.

Di sisi lain, kemudahan akses juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat hubungan ekonomi antara Kalimantan Barat dan Jawa Barat, sejalan dengan upaya pemerintah memperluas konektivitas udara nasional. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
super air jet pontianak-bandung bandara husein bandung Konektivitas kalimantan barat rute baru