Elnusa Petrofin Tambah Armada Tangki, Pastikan Distribusi BBM di Kalbar Tetap Lancar Meski Terjadi Hambatan Maritim 

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 16:59 WIB
Jajaran manajemen, petugas Awak Mobil Tangki (AMT), dan personel operasional PT Elnusa Petrofin mengikuti apel kesiapsiagaan di Integrated Terminal Pontianak sebagai bentuk komitmen menjaga kelancaran distribusi BBM dan memastikan pasokan energi bagi masyarakat Kalimantan Barat tetap aman.
Jajaran manajemen, petugas Awak Mobil Tangki (AMT), dan personel operasional PT Elnusa Petrofin mengikuti apel kesiapsiagaan di Integrated Terminal Pontianak sebagai bentuk komitmen menjaga kelancaran distribusi BBM dan memastikan pasokan energi bagi masyarakat Kalimantan Barat tetap aman.

 

PONTIANAK POST - PT Elnusa Petrofin memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Pontianak dan Kalimantan Barat tetap berjalan optimal meski terjadi dinamika logistik maritim yang memengaruhi jadwal sandar kapal suplai. Perusahaan mengambil sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Manager Corporate Communication & Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan penyesuaian jadwal kapal telah diantisipasi melalui koordinasi intensif serta penguatan sistem distribusi di lapangan.

"Kami menyadari adanya dinamika logistik maritim yang menyebabkan penyesuaian jadwal sandar kapal suplai," ujar Putiarsa, Selasa (28/7/2026).

Untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM, Elnusa Petrofin memastikan seluruh personel Awak Mobil Tangki (AMT) beserta armada mobil tangki berada dalam kondisi optimal. Distribusi ke SPBU juga dilakukan melalui skema kitir, sehingga pasokan dapat didistribusikan secara proporsional dan merata ke seluruh titik layanan.

Menurut Putiarsa, skema tersebut diterapkan guna meminimalkan potensi kekosongan pasokan di SPBU. Dengan pola distribusi yang terukur, masyarakat diharapkan tetap memperoleh layanan BBM tanpa kendala berarti.

Selain itu, perusahaan juga mengaktifkan skema RAE (Regular, Alternative, and Emergency) sebagai langkah mitigasi. Melalui skema ini, Integrated Terminal (IT) Pontianak diperkuat perannya sebagai pusat konsolidasi suplai regional yang mendukung distribusi BBM ke Jobber Ketapang, Fuel Terminal Sintang, hingga wilayah eks-Jobber Sanggau.

Peningkatan fungsi IT Pontianak berdampak pada meningkatnya aktivitas mobil tangki di terminal. Elnusa Petrofin menegaskan kondisi tersebut merupakan bagian dari percepatan distribusi untuk memastikan pasokan BBM tetap terjaga di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

"Tim operasional kami di lapangan bekerja keras mengatur ritase, antrean, dan arus kendaraan agar seluruh proses pengisian BBM berjalan efektif. Dalam pelaksanaan tugas operasional yang masif ini, kami tetap mengutamakan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Perlindungan Lingkungan (HSSE) sebagai prioritas utama," jelas Putiarsa.

Sebagai upaya mempercepat penyaluran, Elnusa Petrofin juga menambah lima unit mobil tangki melalui skema spot charter. Penambahan armada tersebut diharapkan mampu mempercepat pengiriman BBM ke SPBU, mengurangi antrean di terminal, sekaligus menstabilkan ritme distribusi di Kalimantan Barat.

"Kami telah menambahkan lima unit mobil tangki baru melalui skema spot charter. Penambahan armada ekstra ini ditujukan untuk memangkas waktu pengiriman, mengurai antrean armada di terminal, dan menstabilkan ritme distribusi BBM di seluruh Kalimantan Barat secara bertahap," katanya.

Putiarsa menambahkan, perusahaan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara intensif terhadap seluruh rantai distribusi BBM, mulai dari proses penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran ke masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Menurutnya, Elnusa Petrofin bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya menjaga keandalan pasokan energi agar distribusi BBM di Kalimantan Barat tetap lancar.**

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Elnusa Petrofin bbm kalbar Distribusi Pertamina maritim