PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) membidik pengembangan pusat industri pengolahan ikan gabus nasional dengan memperkuat sektor budi daya guna menjamin ketersediaan bahan baku yang selama ini menjadi kendala masuknya investasi di sektor hilir.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Selatan Endri mengatakan pemerintah sebelumnya telah menawarkan peluang investasi kepada calon investor untuk membangun industri pengolahan ikan gabus, namun rencana tersebut belum terealisasi karena pasokan bahan baku belum mencukupi.
"Rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena pasokan bahan baku belum mampu memenuhi kebutuhan produksi secara berkelanjutan," kata Endri di Banjarbaru, Selasa, seperti dikutip dari ANTARA.
Industri Butuh Pasokan Stabil Lima Ton per Bulan
Endri menjelaskan industri pengolahan membutuhkan pasokan sekitar lima ton ikan gabus setiap bulan agar proses produksi dapat berjalan secara stabil.
Baca Juga: Tim PPM Teknik Mesin Polnep Hadirkan Mesin Pelet Mini, Pangkas Biaya Budidaya Ikan Pontianak
Menurut dia, kapasitas budi daya ikan gabus di Kalimantan Selatan saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga investor memilih menunda realisasi investasi.
"Industri pengolahan membutuhkan pasokan yang kontinyu. Karena produksi budi daya saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar lima ton per bulan, akhirnya investasi tersebut belum dapat berjalan," ujarnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan sektor hulu menjadi faktor penting untuk membuka peluang investasi di industri pengolahan perikanan.
Ikan Gabus Dinilai Punya Nilai Tambah Tinggi
Endri menilai ikan gabus memiliki prospek ekonomi yang besar karena tidak hanya dikonsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi bahan baku berbagai produk bernilai tambah.
Produk olahan berbahan ikan gabus banyak dimanfaatkan untuk industri pangan, kesehatan, hingga kosmetik sehingga memiliki potensi memperkuat hilirisasi sektor perikanan di Kalimantan Selatan.
"Kalau dari segi potensi memang sangat bagus untuk ikan gabus. Selain untuk konsumsi masyarakat, ikan gabus juga memiliki nilai tambah yang tinggi karena menjadi bahan baku berbagai industri olahan. Ini merupakan produk yang sangat layak untuk diinvestasikan," tutur Endri.
Meski demikian, produksi ikan gabus di Kalimantan Selatan masih didominasi hasil tangkapan alam, sedangkan budi daya belum berkembang secara optimal.
Pemprov Dorong Penguatan Budi Daya
Pemprov Kalimantan Selatan menilai peningkatan kapasitas budi daya menjadi langkah strategis untuk menjamin pasokan bahan baku sekaligus menarik investasi di sektor hilir.
Baca Juga: Mengenal Ikan Genghis Khan, Predator Air Tawar yang Dijuluki Hiu Air Tawar
Endri mencontohkan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, khususnya Barabai, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam budi daya ikan gabus meski produksinya masih terbatas akibat keterbatasan lahan.
Karena itu, Pemprov Kalsel mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperluas penyediaan lahan, meningkatkan kapasitas pembudidaya, menerapkan teknologi, serta memperkuat rantai pasok agar produksi ikan gabus dapat meningkat secara berkelanjutan.
"Oleh karena itu, kami mendorong kabupaten/kota meningkatkan penyediaan lahan, kapasitas pembudidaya, penerapan teknologi, dan penguatan rantai pasok untuk mewujudkan Kalimantan Selatan sebagai salah satu pusat industri pengolahan ikan gabus di Indonesia," kata Endri.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan dan perekonomian daerah. (*)