PONTIANAK POST – Harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus menjadi perhatian masyarakat membuat banyak pemilik kendaraan mencari berbagai cara agar konsumsi bensin lebih hemat. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah produsen yang menawarkan berbagai alat maupun zat aditif dengan klaim mampu menghemat penggunaan BBM secara signifikan.
Namun, benarkah produk-produk tersebut benar-benar bekerja sesuai klaimnya? Sebelum tergoda membeli, ada baiknya memahami fakta di balik alat maupun zat aditif penghemat BBM yang banyak beredar di pasaran.
Mengapa Banyak Orang Tertarik Menggunakan Alat Penghemat BBM?
Menghemat konsumsi BBM tentu memberikan keuntungan. Selain mengurangi biaya operasional kendaraan, penggunaan bahan bakar yang lebih efisien juga dapat membantu mengurangi emisi gas buang.
Karena alasan itulah berbagai produk penghemat BBM bermunculan dengan janji dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hanya dengan memasang alat tertentu atau menambahkan cairan ke dalam tangki bensin.
Meski terdengar menarik, pengguna kendaraan perlu lebih kritis terhadap berbagai klaim tersebut.
Apa Itu Alat atau Zat Aditif Penghemat BBM?
Dilansir dari otospector.co.id, alat atau zat aditif penghemat BBM merupakan produk yang dipasarkan dengan berbagai klaim. Mulai dari meningkatkan nilai oktan atau cetane, membuat pembakaran lebih sempurna, meningkatkan performa mesin, hingga mengurangi konsumsi bahan bakar.
Produk tersebut hadir dalam berbagai bentuk, baik berupa perangkat yang dipasang pada kendaraan maupun cairan atau tablet yang dicampurkan ke dalam tangki BBM.
Baca Juga: Pertamina Optimalkan Sawit dan Limbahnya untuk Kurangi Impor BBM, Dukung Ketahanan Energi Nasional
Jenis-Jenis Produk Penghemat BBM yang Banyak Dijual
Berikut beberapa produk yang cukup sering ditemukan di pasaran.
1. Alat Penghemat BBM Berbasis Kapasitor
Baca Juga: Percepat Normalisasi BBM di Kalbar, Pertamina Tambah Stok hingga Salurkan Pasokan Sejak Tengah Malam
Produk ini umumnya dipasang pada sistem kelistrikan kendaraan. Di dalamnya terdapat kumpulan kapasitor atau komponen penyimpan muatan listrik yang diklaim mampu membuat pembakaran mesin menjadi lebih efisien.
2. Zat Aditif Mengandung Aseton
Beberapa produk menawarkan cairan yang mengandung aseton untuk dicampurkan ke dalam tangki bahan bakar. Klaimnya adalah membantu proses pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga konsumsi BBM lebih irit.
Baca Juga: Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Kalbar Tetap Lancar, Warga Diminta Beli Sesuai Kebutuhan
3. Tablet Penghemat BBM
Selain cairan, terdapat pula produk berbentuk tablet yang dimasukkan ke tangki bahan bakar. Tablet ini disebut-sebut mampu meningkatkan kualitas BBM sehingga kendaraan lebih hemat.
4. Octane Booster
Produk ini cukup dikenal di kalangan pengguna kendaraan. Octane booster diklaim dapat meningkatkan nilai oktan bensin sehingga proses pembakaran menjadi lebih optimal, terutama pada kendaraan yang membutuhkan BBM beroktan tinggi.
Jangan Langsung Percaya Klaim Penghemat BBM
Meski berbagai produk tersebut dipasarkan dengan janji yang menggiurkan, pengguna kendaraan sebaiknya tidak langsung mempercayai setiap klaim tanpa melihat bukti ilmiah maupun rekomendasi dari pabrikan kendaraan.
Baca Juga: Polres Kubu Raya Pastikan Stok BBM Masih Aman, Ungkap Penyebab Antrean Panjang di Sejumlah SPBU
Penggunaan zat aditif atau perangkat tambahan yang tidak sesuai spesifikasi berpotensi tidak memberikan manfaat berarti. Bahkan, dalam beberapa kondisi dapat memengaruhi performa mesin apabila digunakan secara tidak tepat.
Cara paling aman untuk menghemat konsumsi BBM tetap berasal dari kebiasaan berkendara yang baik. Seperti menjaga tekanan angin ban sesuai standar, melakukan servis berkala, menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan, menghindari akselerasi dan pengereman mendadak, serta memastikan kondisi mesin selalu prima.
Dengan demikian, sebelum membeli alat atau zat aditif penghemat BBM, pastikan terlebih dahulu informasi mengenai efektivitas, keamanan, dan kesesuaiannya dengan spesifikasi kendaraan agar tidak justru menimbulkan kerugian di kemudian hari.
Editor : Silvina