Penjualan Kendaraan Listrik Melonjak 69,4 Persen, Seperempat Mobil Baru Kini Berteknologi Ramah Lingkungan

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 22:31 WIB
General Manager PLN UID Kalbar, Joice Lanny Wantania, berbincang dengan Sandy pengguna mobil listrik yang sedang melakukan pengisian daya di SPKLU Fast Charging PLN UP3 Pontianak Jalan Ahmad Yani.
Manajemen PLN UID Kalbar berbincang dengan Sandy pengguna mobil listrik yang sedang melakukan pengisian daya di SPKLU Fast Charging PLN UP3 Pontianak Jalan Ahmad Yani.

 

PONTIANAK POST – Industri otomotif nasional memasuki paruh kedua 2026 dengan tren yang semakin positif. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, penjualan kendaraan listrik (EV dan hybrid) di Indonesia justru melesat 69,4 persen pada semester I 2026 menjadi 117 ribu unit, atau setara 26,8 persen dari total penjualan mobil penumpang nasional.

Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/7). Pertumbuhan itu menunjukkan transformasi menuju kendaraan rendah emisi berlangsung lebih cepat dari perkiraan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sekitar 69 ribu unit dari total penjualan kendaraan elektrifikasi merupakan battery electric vehicle (BEV) atau mobil listrik berbasis baterai.

"Artinya, hari ini tidak berlebihan jika kita mengatakan satu dari setiap empat mobil penumpang yang dibeli masyarakat Indonesia sudah terelektrifikasi. Padahal lima tahun lalu angka itu belum terlihat sama sekali," ujarnya.

Elektrifikasi Tak Hanya Mobil Listrik

Agus menegaskan pemerintah tidak hanya mendorong satu jenis teknologi. Selain mobil listrik berbasis baterai, kendaraan hybrid, mesin pembakaran internal yang semakin efisien, hingga penggunaan biodiesel dan bioetanol tetap menjadi bagian dari strategi transisi menuju transportasi rendah emisi.

Menurutnya, seluruh teknologi tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni menekan emisi karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

"Seluruhnya merupakan jalan menuju tujuan yang sama, yaitu emisi yang lebih rendah dan ketahanan energi yang lebih kuat," katanya.

TKDN Terus Meningkat

Pemerintah juga mencatat perkembangan positif dari sisi industri. Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang berjalan sejak 2021 kini didukung 16 perusahaan perakitan dan 332 pemasok komponen dalam negeri.

Agus menyebut rata-rata Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan elektrifikasi telah mencapai 40–46 persen, bahkan beberapa model sudah menyentuh 80 persen.

Ia meminta seluruh agen pemegang merek (APM) mempercepat realisasi investasi, memperdalam rantai pasok hingga pemasok lapis kedua dan ketiga, serta menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sekaligus pusat ekspor kendaraan di kawasan.

"Jadikan Indonesia bukan sekadar pasar," tegasnya.

Indonesia Kian Kokoh sebagai Basis Produksi

Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan Indonesia kini menjadi salah satu basis produksi kendaraan terbesar di Asia Tenggara berkat kolaborasi pemerintah dan industri.

"Industri otomotif Indonesia telah berkembang menjadi salah satu basis produksi kendaraan terbesar di Asia Tenggara berkat sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha," ujarnya.

Sepanjang Januari–Juni 2026, penjualan mobil nasional mencapai 436.564 unit, naik 15,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kinerja ekspor juga tetap positif. Ekspor kendaraan utuh meningkat 7,7 persen menjadi 250.705 unit, sementara ekspor komponen melonjak hingga 112 persen.

"Yang cukup menggembirakan adalah pertumbuhan ekspor komponen yang mencapai 112 persen," kata Putu.

Menurutnya, industri otomotif nasional saat ini menopang lebih dari 1,5 juta tenaga kerja, sehingga penguatan industri kecil dan menengah (IKM) serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing.

GIIAS Jadi Etalase Investasi

Penyelenggaraan GIIAS 2026 menjadi bukti besarnya minat industri terhadap pasar otomotif Indonesia.

Pameran otomotif terbesar di Tanah Air itu memasuki penyelenggaraan ke-33 dengan diikuti lebih dari 65 merek otomotif dunia serta sekitar 150 perusahaan industri pendukung.

Besarnya partisipasi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi otomotif paling menarik di kawasan, terutama di tengah percepatan transisi menuju kendaraan rendah emisi.

Tren Wholesales Mobil Januari–Juni 2026

Bulan Wholesales
Januari 74.310 unit
Februari 72.295 unit
Maret 71.892 unit
April 61.298 unit
Mei 69.219 unit
Juni 77.550 unit

Sumber: Gaikindo

Fakta Penting Semester I 2026

Indikator Capaian
Penjualan kendaraan elektrifikasi 117.000 unit
Pertumbuhan kendaraan elektrifikasi 69,4%
Pangsa pasar elektrifikasi 26,8%
Penjualan BEV ±69.000 unit
Penjualan mobil nasional 436.564 unit
Pertumbuhan penjualan mobil 15,8%
Ekspor kendaraan 250.705 unit (+7,7%)
Pertumbuhan ekspor komponen 112%
Rata-rata TKDN EV 40–46%
TKDN tertinggi Hingga 80%

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
mobil listrik Indonesia penjualan mobil 2026 industri otomotif Indonesia GIIAS 2026 kendaraan elektrifikasi