PONTIANAK POST – Promosi pariwisata kini tidak lagi hanya mengandalkan iklan atau pameran wisata. Tetangga Kalimantan Barat, yakni Sarawak, Malaysia, memilih memasarkan destinasinya melalui serial kompetisi petualangan "AXN Ultimate Challenge: Sarawak", sebuah strategi screen tourism yang memanfaatkan konten hiburan untuk mengajak penonton mengenal budaya, alam, dan kehidupan masyarakat setempat.
Kolaborasi antara KC Global Media Asia, AXN Asia, dan Sarawak Tourism Board itu menghadirkan serial empat episode yang menggabungkan unsur kompetisi, eksplorasi alam, serta pengalaman budaya sebagai cara baru memperkenalkan potensi wisata Sarawak kepada pasar internasional.
Presiden dan Chief Executive Officer KC Global Media, George Chien, mengatakan program tersebut dirancang bukan sekadar menjadi tayangan hiburan, melainkan menghadirkan pengalaman yang mampu membangun kedekatan emosional penonton dengan destinasi yang ditampilkan.
"Tim kami menghadirkan pengalaman imersif melalui 'AXN Ultimate Challenge: Sarawak' dengan menempatkan budaya, masyarakat, dan semangat eksplorasi sebagai inti cerita. Kami berharap pemirsa di seluruh dunia dapat terinspirasi untuk merasakan langsung pengalaman di Sarawak," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7).
Promosi Lewat Pengalaman, Bukan Sekadar Panorama
Berbeda dengan promosi wisata konvensional yang lebih banyak menampilkan keindahan alam, serial ini mengajak peserta merasakan langsung kehidupan masyarakat Sarawak.
Dua tim kreator konten ditantang menyelesaikan berbagai misi bertema budaya dan petualangan, mulai dari berburu ulat sagu sebagai pangan tradisional hingga mempelajari keterampilan meniup sumpit bersama masyarakat lokal.
Sejumlah tokoh Sarawak, seperti Chef Achang Libat dan Louis Samai, turut dihadirkan untuk memperkuat narasi budaya dalam setiap episode.
Selain mengikuti kompetisi, para peserta juga memproduksi konten digital mereka sendiri sehingga penonton memperoleh sudut pandang yang lebih dekat dan autentik mengenai pengalaman menjelajahi Sarawak.
Screen Tourism Jadi Tren Baru Promosi Destinasi
Chief Executive Officer Sarawak Tourism Board, Dr. Sharzede Datu Haji Salleh Askor, menilai pendekatan melalui program hiburan mampu memperkenalkan karakter Sarawak secara lebih alami dibanding promosi konvensional.
Menurutnya, kekuatan utama Sarawak bukan hanya panorama alam, tetapi juga perpaduan budaya, petualangan, dan kehidupan masyarakat yang saling terhubung.
"AXN Ultimate Challenge: Sarawak menghadirkan cara yang menarik bagi pemirsa untuk mengeksplorasi keberagaman tersebut, mulai dari tantangan yang terinspirasi oleh alam hingga pengalaman budaya dan kisah lokal," ujarnya.
Kolaborasi tersebut mencerminkan berkembangnya konsep screen tourism, yakni strategi promosi destinasi melalui film, serial televisi, maupun program hiburan yang mampu mendorong penonton mengunjungi lokasi yang mereka saksikan di layar.
Dalam pendekatan ini, destinasi tidak lagi dipromosikan hanya melalui gambar pemandangan, tetapi melalui pengalaman yang melibatkan budaya, kuliner, interaksi dengan komunitas lokal, hingga aktivitas yang dapat dirasakan langsung wisatawan.
Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun keterikatan emosional sehingga lebih efektif memengaruhi keputusan seseorang untuk berwisata.
Tayang Mulai 4 Agustus
Serial "AXN Ultimate Challenge: Sarawak" diproduksi oleh KCGM Studios dan dipandu presenter Mark O'Dea.
Program ini akan tayang setiap Selasa mulai 4 Agustus selama empat pekan di AXN East Asia, AXN Singapore, dan AXN China, dengan penayangan ulang setiap Kamis dan Minggu.
Melalui kolaborasi ini, Sarawak berharap dapat memperluas jangkauan promosi sekaligus menarik lebih banyak wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman wisata berbasis budaya dan petualangan.
Fakta Singkat
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Program | AXN Ultimate Challenge: Sarawak |
| Kolaborator | KC Global Media Asia, AXN Asia, Sarawak Tourism Board |
| Format | Reality competition (4 episode) |
| Konsep | Screen tourism |
| Aktivitas | Budaya, alam, kuliner, petualangan |
| Tayang perdana | 4 Agustus 2026 |
| Host | Mark O'Dea |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro