PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat digitalisasi UMKM Pontianak sebagai upaya memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha. Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), digitalisasi pembayaran menjadi salah satu strategi agar UMKM mampu berkembang dan beradaptasi dengan perubahan transaksi masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan penguatan inklusi keuangan harus memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Menurutnya, akses terhadap layanan keuangan digital menjadi salah satu kunci agar usaha mikro, kecil, dan menengah dapat naik kelas.
Baca Juga: Pelajar Pontianak Makin Gemar Menabung, Rekening Terus Bertambah
Merchant QRIS Terus Bertambah
Perkembangan digitalisasi UMKM di Kota Pontianak tercermin dari meningkatnya jumlah merchant QRIS.
Pada 2025, jumlah merchant QRIS mencapai 186.753, atau meningkat 12,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam lima tahun terakhir, rata-rata penambahan merchant mencapai 28.154 setiap tahun dengan rata-rata pertumbuhan 26,44 persen.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk mempermudah transaksi dengan konsumen.
Digitalisasi Permudah Transaksi dan Perkuat Ekonomi Daerah
Selain mendorong penggunaan QRIS di kalangan UMKM, Pemerintah Kota Pontianak juga mengembangkan Elektronifikasi Pendapatan Online Terintegrasi (e-Ponti).
Sistem tersebut memudahkan pembayaran pajak dan retribusi daerah secara digital sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien.
"Pada 2025, penerimaan melalui QRIS retribusi tercatat Rp493,33 juta dan turut mendorong pendapatan sektor retribusi sebesar Rp29,32 miliar," kata Edi.
Menurutnya, transformasi digital bukan hanya meningkatkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga memperkuat tata kelola keuangan daerah.
Kolaborasi TPAKD Perluas Akses Keuangan Pelaku Usaha
Edi menjelaskan, keberhasilan digitalisasi UMKM tidak terlepas dari kolaborasi yang dibangun melalui TPAKD Kota Pontianak.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses pembiayaan serta literasi keuangan bagi pelaku usaha.
"Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mendorong perluasan akses keuangan secara lebih nyata dan terukur," ujarnya.
Pada 2025, capaian program kerja TPAKD Kota Pontianak secara agregat mencapai 145,74 persen, menunjukkan efektivitas sinergi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
UMKM Naik Kelas Jadi Target Utama
Pemkot Pontianak berharap transformasi digital yang terus berkembang dapat membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Menurut Edi, keberhasilan program tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah merchant QRIS, tetapi juga dari kemampuan UMKM meningkatkan omzet, memperluas pasar, dan menjadi lebih tangguh menghadapi perubahan ekonomi.
"Tujuan akhirnya adalah masyarakat lebih berdaya. Pelajar cerdas finansial, UMKM naik kelas, pekerja rentan terlindungi, dan ekonomi kota semakin kuat," pungkasnya.*
Editor : Uray RonaldSumber : prokopim pontianak