Kalbar Ekspor Petai 306,8 Ton ke Malaysia, Tingkatkan Pendapatan Petani dan UMKM di Perbatasan

Uray Ronald • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:42 WIB
Ekspor petai ke Malaysia difasilitasi Kantor Bea Cukai Jagoi Babang, Bengkayang, Kalbar tembus Rp3,11 miliar selama Semester I 2026. (Antara)
Ekspor petai ke Malaysia difasilitasi Kantor Bea Cukai Jagoi Babang, Bengkayang, Kalbar tembus Rp3,11 miliar selama Semester I 2026. (Antara)

 

PONTIANAK POST – Kantor Bea Cukai Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, memfasilitasi ekspor sebanyak 306,8 ton petai ke Malaysia dengan nilai mencapai Rp3,11 miliar selama Semester I 2026.

Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya pemanfaatan jalur ekspor oleh pelaku usaha dalam memasarkan komoditas unggulan daerah ke pasar internasional sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani dan pelaku usaha di kawasan perbatasan.

Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Banggakan Ekspor Perdana Jagung Bengkayang 100 Ton, Semangat Warga Perbatasan Jadi Inspirasi untuk Indonesia

Permintaan Malaysia Perkuat Daya Saing Petai Kalbar

Kepala Bea Cukai Jagoi Babang, Arman Tarmidzi, mengatakan ekspor tersebut menunjukkan komoditas pertanian asal Kalimantan Barat memiliki daya saing dan permintaan yang baik di pasar Malaysia.

"Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya pemanfaatan jalur ekspor oleh pelaku usaha dalam memasarkan komoditas unggulan daerah ke pasar internasional," ujar Arman kepada Antara, Minggu (2/8).

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai, petani, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah.

"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai, petani, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah," katanya.

Baca Juga: Keripik Anen Bengkayang Siap Ekspor Perdana ke Malaysia, Didampingi Bea Cukai Jagoi Babang

Pelayanan Ekspor Diperkuat untuk UMKM

Arman menjelaskan Bea Cukai terus menjalankan fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance melalui pelayanan kepabeanan yang cepat, mudah, serta pendampingan kepada eksportir agar proses pengiriman barang ke luar negeri berlangsung efisien dan berkelanjutan.

Pendampingan tersebut juga diarahkan agar semakin banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu menembus pasar ekspor sehingga tidak hanya bergantung pada pasar domestik.

"Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik dan asistensi kepada para pelaku usaha agar semakin banyak UMKM yang berorientasi ekspor. Kami berharap keberhasilan ekspor petai ini menjadi motivasi bagi eksportir untuk terus mengembangkan komoditas unggulan daerah," ujarnya.

Ekspor Beri Dampak Langsung bagi Ekonomi Perbatasan

Menurut Arman, meningkatnya ekspor komoditas pertanian memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain meningkatkan devisa negara dan memperluas akses pasar produk Indonesia, aktivitas ekspor juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan petani dan masyarakat di wilayah perbatasan.

Ia menambahkan, ekspor mampu menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian lokal, memperkuat daya saing UMKM, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan perdagangan.

Baca Juga: Kabar Baik, UMKM Berpeluang Bebas Biaya Karantina Ekspor

Kolaborasi Ciptakan Eksportir Baru

Bea Cukai Jagoi Babang menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan instansi terkait untuk menciptakan eksportir baru sekaligus meningkatkan kontribusi ekspor komoditas unggulan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Bea Cukai Jagoi Babang ekspor petai Kalbar petai ke Malaysia UMKM ekspor Kalbar Ekonomi Perbatasan