Nasionali Deflasi, Kalbar Malah Alami Inflasi Karena Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Pangan

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 00:07 WIB
Ilustrasi minyak goreng.
Ilustrasi minyak goreng. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan (year-on-year) Kalimantan Barat pada Juli 2026. 

 

PONTIANAK POST – Provinsi Kalimantan Barat mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,38 persen pada Juli 2026, tertinggi di Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika secara nasional Badan Pusat Statistik (BPS) justru mencatat deflasi 0,14 persen akibat turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, dan jeruk.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat Muh Saichudin, S.Si., M.Si., mengatakan perkembangan harga di Kalbar pada Juli 2026 secara umum masih menunjukkan kenaikan yang tercermin dari meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK).

"Pada Juli 2026 terjadi inflasi year-on-year sebesar 3,18 persen dengan IHK sebesar 111,66. Secara bulanan, Kalimantan Barat juga mengalami inflasi sebesar 0,38 persen, sementara inflasi tahun kalender mencapai 2,63 persen," kata Muh Saichudin dalam Berista Resmi Statistik, Senin (3/8/2026).

Menurut Muh Saichudin, inflasi tahunan terjadi karena kenaikan harga pada 11 kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi daerah.

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil sebesar 1,45 persen. Selain itu, kelompok transportasi memberikan andil 0,57 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,37 persen," ujarnya.

Harga Pangan Masih Menjadi Penggerak Inflasi

BPS Kalbar mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 3,94 persen.

Komoditas yang paling besar mendorong inflasi antara lain:

Sementara sejumlah komoditas justru menahan kenaikan harga, di antaranya tomat, udang basah, telur ayam ras, bawang merah, jeruk, bayam, terong, dan cumi-cumi.

"Perubahan harga berbagai komoditas menunjukkan adanya dinamika pasokan di pasar. Ada komoditas yang mengalami kenaikan sehingga mendorong inflasi, namun ada pula yang turun sehingga menahan laju inflasi secara keseluruhan," kata Muh Saichudin.

Ketapang Catat Inflasi Tertinggi di Kalbar

Dari lima kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK), seluruhnya mengalami inflasi tahunan.

Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 3,73 persen, disusul Pontianak, Sintang, Sanggau, dan Singkawang.

Sementara itu, Kota Singkawang mencatat inflasi tahunan terendah sebesar 2,70 persen.

Nasional Justru Mengalami Deflasi

Berbeda dengan Kalimantan Barat, secara nasional BPS mencatat deflasi 0,14 persen pada Juli 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan deflasi dipicu penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,89 persen dengan andil 0,26 persen terhadap deflasi nasional.

Komoditas yang menjadi penyumbang utama deflasi nasional adalah bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, dan jeruk.

Di sisi lain, kelompok transportasi justru mengalami inflasi akibat kenaikan rata-rata harga bensin, sedangkan kelompok pendidikan terdorong naik seiring dimulainya tahun ajaran baru.

Transportasi dan Pendidikan Ikut Menekan Inflasi Kalbar

Selain pangan, BPS Kalbar mencatat kelompok transportasi mengalami inflasi tahunan sebesar 4,99 persen.

Penyumbang utamanya berasal dari:

Kelompok pendidikan juga mengalami inflasi 1,93 persen, dipicu kenaikan biaya sekolah dasar, SMP, SMA, dan kursus pada awal tahun ajaran baru.

"Stabilitas harga sangat dipengaruhi oleh kondisi pasokan dan distribusi barang. Oleh karena itu, sinergi pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tetap diperlukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan gejolak harga," ujar Muh Saichudin.

Fakta Penting Inflasi Kalbar Juli 2026

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Inflasi Kalimantan Barat Juli 2026 inflasi nasional Juli 2026 harga pangan Kalbar Muh Saichudin bps kalbar