PONTIANAK POST - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat memperlihatkan peningkatan signifikan pada aktivitas logistik melalui jalur laut.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa kebutuhan distribusi barang untuk sektor industri, perdagangan, hingga ekspor terus meningkat seiring membaiknya aktivitas ekonomi daerah.
Arus Logistik Menguat, Distribusi Barang Meningkat Tajam
Sepanjang Juni 2026, volume barang yang dibongkar di seluruh pelabuhan Kalimantan Barat mencapai 6,27 juta ton.
Angka tersebut melonjak 76,50 persen dibandingkan Mei 2026 dan meningkat 437,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, volume barang yang dimuat juga mengalami pertumbuhan positif. Total barang yang dikirim melalui pelabuhan mencapai 740.043 ton, naik 25,76 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan tumbuh 48,64 persen secara tahunan.
Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya mobilitas distribusi barang yang dibutuhkan untuk menopang aktivitas industri, perdagangan, hingga pengiriman komoditas ke luar daerah maupun pasar ekspor.
Kendawangan Jadi Tulang Punggung Bongkar Muat
Di antara seluruh pelabuhan di Kalimantan Barat, Pelabuhan Kendawangan di Kabupaten Ketapang menjadi pusat aktivitas bongkar barang.
Baca Juga: Pengamat Dorong Percepatan Optimalisasi Pelabuhan Kijing untuk Genjot Ekonomi Kalbar
Selama Juni 2026, pelabuhan ini menangani 5,60 juta ton barang atau sekitar 89,44 persen dari total volume bongkar di Kalimantan Barat.
Jika dibandingkan Mei 2026, volume bongkar di Kendawangan meningkat 109,50 persen. Secara tahunan, lonjakannya bahkan mencapai 492,60 persen.
Dominasi tersebut memperlihatkan peran strategis Kendawangan sebagai salah satu simpul logistik utama yang menopang kebutuhan sektor industri dan distribusi komoditas unggulan daerah.
Telok Melano Jadi Gerbang Pengiriman Komoditas
Sementara itu, Pelabuhan Telok Melano di Kabupaten Kayong Utara menjadi pelabuhan dengan aktivitas pemuatan barang terbesar.
Sebanyak 61,01 persen dari total barang yang dimuat di Kalimantan Barat selama Juni 2026 berasal dari pelabuhan ini.
Volume pemuatan meningkat 42,01 persen dibandingkan Mei 2026, sedangkan secara tahunan tumbuh 57,17 persen.
Peningkatan tersebut menunjukkan arus pengiriman komoditas dari Kalimantan Barat terus bertambah, seiring meningkatnya permintaan dari berbagai daerah maupun pasar ekspor.
Pelabuhan Menjadi Penggerak Ekonomi Daerah
Meningkatnya aktivitas bongkar muat bukan sekadar menunjukkan ramainya pelabuhan. Di balik angka itu, terdapat kebutuhan distribusi yang semakin besar untuk menjaga rantai pasok industri, memenuhi kebutuhan perdagangan, sekaligus mendukung ekspor komoditas unggulan Kalimantan Barat.
Kelancaran arus logistik juga berperan penting memastikan pasokan barang tetap tersedia bagi masyarakat serta menjaga aktivitas ekonomi pelaku usaha tetap berjalan.
Dengan kata lain, semakin sibuk aktivitas pelabuhan, semakin kuat pula indikasi bahwa roda ekonomi Kalimantan Barat terus berputar.
Baca Juga: Puskepi Minta Danantara Optimalkan Pelabuhan Kijing, Jangan Jadi Pelabuhan Megah Tanpa Aktivitas
Infrastruktur Logistik Jadi Kunci Daya Saing
Tren positif aktivitas pelabuhan sekaligus menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur maritim di Kalimantan Barat.
Optimalisasi pelabuhan, peningkatan konektivitas dengan kawasan industri, serta integrasi jaringan transportasi darat dinilai menjadi faktor penting agar pertumbuhan logistik mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing ekspor daerah.
Jika konektivitas terus diperkuat, pelabuhan tidak hanya menjadi tempat keluar masuk barang, tetapi juga menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat di masa mendatang.
Editor : Miftahul Khair