Industri Kripto Indonesia Diminta Bersiap Hadapi Perkembangan Komputer Kuantum demi Menjaga Keamanan Blockchain di Masa Depan

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:59 WIB
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian memberikan pemaparan dalam sebuah diskusi terkait aset kripto (Antara/HO/Indodax)
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian memberikan pemaparan dalam sebuah diskusi terkait aset kripto (Antara/HO/Indodax)

PONTIANAK POST- Industri kripto di Indonesia diminta mulai bersiap menghadapi perkembangan komputer kuantum (quantum computing) yang diperkirakan akan memengaruhi sistem keamanan blockchain di masa depan. Meski teknologinya masih dalam tahap pengembangan, pelaku industri dinilai perlu mengantisipasi perubahan sejak dini agar ekosistem aset digital tetap aman dan mampu berkembang.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan, perkembangan komputer kuantum menjadi salah satu isu penting yang harus mulai dipahami seluruh pelaku ekosistem blockchain. Menurut dia, teknologi tersebut dapat membawa manfaat sekaligus tantangan bagi industri kripto.

"Pembahasan mengenai quantum computing perlu dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem blockchain yang semakin matang dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Ancaman Masih Jangka Panjang

Aloysia menjelaskan, komputer kuantum saat ini masih berada dalam tahap penelitian dan pengembangan sehingga belum menjadi ancaman langsung bagi blockchain. Namun, para peneliti memperkirakan teknologi tersebut pada masa depan dapat memiliki kemampuan memecahkan sistem kriptografi yang selama ini digunakan untuk melindungi aset digital.

Karena itu, menurut dia, pelaku industri perlu memahami arah perkembangan teknologi tersebut agar dapat menyiapkan langkah antisipasi secara bertahap melalui edukasi dan diskusi.

"Oleh karena itu, penting bagi seluruh pelaku industri untuk mulai memahami arah perkembangan ini agar ekosistem dapat beradaptasi secara bertahap melalui diskusi dan edukasi," ujarnya.

Dia menambahkan, blockchain selama ini menjadi fondasi berbagai layanan digital berbasis Web3, seperti layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi), NFT, aplikasi berbasis smart contract, hingga tokenisasi aset. Seiring berkembangnya teknologi, sistem keamanan blockchain juga harus terus diperkuat agar tetap mampu melindungi aset digital.

Kolaborasi Jadi Kunci

Menurut Aloysia, komputer kuantum juga memiliki potensi memberikan manfaat karena mampu mempercepat proses komputasi yang rumit dan mendorong lahirnya berbagai inovasi baru, termasuk di sektor kripto. Di sisi lain, komunitas blockchain dunia terus melakukan penelitian untuk mengembangkan sistem keamanan yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tersebut.

"Di saat yang sama, komunitas blockchain global juga terus melakukan riset dan mengembangkan pendekatan baru agar ekosistem tetap aman seiring perkembangan teknologi tersebut," katanya.

Dia menilai kesiapan menghadapi perubahan teknologi tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Penelitian, pengujian, penyusunan standar keamanan baru, dan kerja sama seluruh pelaku industri menjadi faktor penting agar inovasi tetap berjalan tanpa mengurangi perlindungan terhadap pengguna.

"Membangun ekosistem blockchain yang siap menghadapi era komputer kuantum bukanlah proses yang sederhana. Dibutuhkan waktu untuk riset dan pengujian, pengembangan standar keamanan baru, serta kolaborasi lintas ekosistem agar transisi dapat dilakukan secara bertahap dan tetap menjaga kepercayaan pengguna," katanya.

Perkuat Literasi Teknologi

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Indodax menggelar forum ETH Genesis: Quantum Leap untuk membahas dampak komputer kuantum terhadap blockchain, kesiapan industri menghadapi perubahan teknologi, serta pentingnya kolaborasi dalam membangun fondasi teknologi jangka panjang.

Aloysia berharap pembahasan mengenai aset kripto tidak hanya berfokus pada naik-turunnya harga, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap teknologi dan sistem keamanan yang menjadi dasar industri tersebut.

"Edukasi, riset, serta kolaborasi dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem aset digital Indonesia yang semakin matang, aman, dan berkelanjutan," ujar Aloysia. (ant)

L

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
komputer kuantum blockchain Kripto industri