Danantara Akan Terlibat dalam Pembangunan Jaringan Kereta Api Kalimantan

Uray Ronald • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:27 WIB

 

ILUSTRASI: Proyek Kereta Api Kalbar memasuki fase baru setelah tender Masterplan Jalur Kereta Api Pulau Kalimantan selesai. Jalur rel yang terhubung dengan Pelabuhan Kijing dan kawasan industri diharapkan dapat memangkas biaya logistik serta memperkuat konektivitas ekspor Kalimantan Barat. (ILUSTRASI AI/PONTIANAK POST)
ILUSTRASI: Proyek Kereta Api Kalimantan. (ILUSTRASI AI/PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) memastikan Danantara akan terlibat dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional di luar Pulau Jawa, termasuk Kalimantan. Pemerintah menargetkan pembangunan jaringan rel tersebut sebagai bagian dari rencana besar penguatan konektivitas nasional hingga 2045.

"(Danantara) akan terlibat," ujar Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah Kemenko IPK, Djoko Hartoyo, Rabu (5/8). 

Menurutnya, pemerintah telah mencanangkan pengembangan jaringan kereta api di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Pemerintah berharap proyek tersebut dapat segera memasuki tahap groundbreaking.

Baca Juga: Menko Polhukam: Kereta Api Kalimantan Mendesak untuk Buka Konektivitas dan Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Kalimantan Belum Memiliki Jaringan Rel

Di antara wilayah yang menjadi sasaran pengembangan, Kalimantan menjadi salah satu daerah dengan kebutuhan pembangunan paling besar. Hingga kini, jaringan rel kereta api di Kalimantan masih belum tersedia.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan minimal pembangunan mencapai sekitar 2.772 kilometer jaringan rel. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Kalimantan.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan pembangunan transportasi berbasis rel di Kalimantan. Kehadiran jaringan kereta api diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Teras Narang Sambut Tantangan Prabowo Bangun Kereta Api Trans Kalimantan, Sebut Kajian Sudah Tuntas

Jaringan Rel Dinilai Perkuat Konektivitas Kalimantan

Pengembangan jaringan kereta api di Kalimantan diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan efisiensi pergerakan logistik.

Kementerian Perhubungan dalam konsep Renstra 2025–2029 menyebut penguatan peran kereta api antarkota sebagai bagian dari strategi meningkatkan efisiensi konektivitas antara simpul transportasi utama dan wilayah belakangnya (hinterland).

Kementerian PU melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) juga menyatakan perluasan jaringan kereta api di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi diarahkan untuk mendukung efisiensi logistik.

Secara khusus, dokumen Kementerian Perhubungan menyebut pengembangan perkeretaapian Kalimantan diarahkan untuk membangun jaringan berkapasitas tinggi, andal, cepat, dan murah.

Jaringan tersebut dirancang menghubungkan sentra produksi dengan outlet terdekat, seperti pelabuhan dan angkutan sungai.

Dengan pola tersebut, manfaat jaringan rel di Kalimantan tidak hanya berkaitan dengan mobilitas penumpang. Infrastruktur tersebut juga berpotensi memperkuat hubungan antara kawasan produksi, pusat logistik, dan simpul transportasi.

Baca Juga: Prabowo Dorong Pembangunan Kereta Api Trans Kalimantan Dipercepat, Minta Dimulai Bersamaan dengan Trans Sumatra

Bagian dari Target Indonesia 2045

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pembangunan jaringan perkeretaapian nasional hingga 2045 membutuhkan anggaran sekitar Rp1.200 triliun yang akan dipenuhi secara bertahap.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalur baru dan reaktivasi jaringan rel sepanjang sekitar 14.000 kilometer di luar Pulau Jawa, meliputi Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

AHY memperkirakan kebutuhan investasi setiap tahun mencapai sekitar Rp60 triliun hingga Rp65 triliun apabila pembangunan dilakukan dalam kurun waktu sekitar 20 tahun.

"Hitungan ini belumlah final. Kita masih akan menyempurnakan karena membangun, mengembangkan infrastruktur itu juga sangat tergantung pada kondisi geografis dari daerah-daerah yang akan kita kembangkan. Tapi paling tidak, itu hitungan awal yang bisa kita sampaikan sebagai bahan diskusi tadi," ujar AHY.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Prabowo Umumkan Percepat Kereta Trans Kalimantan, Tantang Kemenhub-PT KAI 

Pengembangan Dilakukan Bertahap

AHY menegaskan pembangunan jaringan kereta api tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, setiap proyek akan dilaksanakan secara bertahap melalui perencanaan jangka menengah dan jangka panjang dengan mengutamakan program quick wins.

Selain Kalimantan, pemerintah juga menyiapkan pengembangan jaringan rel di Sumatera dan Sulawesi.

Di Sumatera, panjang jalur kereta saat ini sekitar 1.871 kilometer dan masih membutuhkan tambahan sekitar 7.837 kilometer. Sementara di Sulawesi, jaringan rel yang tersedia baru sekitar 109 kilometer sehingga masih diperlukan tambahan sekitar 3.284 kilometer.

Dengan belum adanya jaringan rel yang beroperasi di Kalimantan, keterlibatan Danantara dalam pengembangan perkeretaapian menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
kereta api kalimantan jaringan rel Kalimantan pembangunan perkeretaapian Kemenko IPK Danantara